Sebelum Kerangkanya Ditemukan di Kajhu, Ternyata Maryam Husen Datang dalam Mimpi Kakaknya

Sebelum Kerangkanya Ditemukan di Kajhu, Ternyata Maryam Husen Datang dalam Mimpi Kakaknya
Hasan Husen memperlihatkan KTP milik adiknya Maryam Husen yang ditemukan dalam kantong jenazah.

BERITAKINI.CO, Sigli | Hasan Husen (52), warga Gampong Tungoe, Simpang Tiga, Kebupaten Pidie dan keluarga akhirnya lega setelah kerangka jenazah anggota keluarganya Maryam Husen, yang hilang saat tsunami Aceh 2004 lalu ditemukan.

Jenazah Maryam Husen merupakan salah satu dari empat jenazah yang terindentifikasi pasca penemuan puluhan kerangka jenazah di Khaju, Aceh Besar beberapa hari lalu.

Kerangka jenazah Maryam sudah dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, setelah dijemput anggota keluarganya yang bermukim di Aceh Besar, M Ubit.

Baca: 45 Jenazah Korban Tsunami Ditemukan di Kajhu, Empat Teridentifikasi

Kamis (20/12/2018) dini hari sekitar pukul 1.30 WIB, jenazah tiba di Gampong Masjid Tungoe, Simpang Tiga. Usai dishalatkan dan diperlihatkan kepada keluarga, jenazah dikebumikan dipemakaman umum gampong setempat.

"Sekitar pukul 02.00 WIB, kami kebumikan jenazah adik saya," kata Hasan, yang merupakan kakak almarhum Maryam.

Hasan menceritakan, 14 tahun silam sebelum tsunami melanda Aceh, Maryam pamit kepada keluarga untuk menghadiri undangan acara khitanan warga Simpang Tiga yang bermukim di Khaju. Ia berangkat bersama puluhan warga lain.

"Hanya belasan warga yang selamat dari musibah maha dasyat itu, adik saya dinyatakan hilang," kata Hasan.

Sehari usai gempa dan tsunami, dirinya bersama anggota keluarga lain berupaya mencari jasad sang adik. Namun adiknya tidak kunjung ditemukan.

Kepergian Maryam meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, terutama kedua anak perempuanya yang kini sudah berusiah sekitar 18 tahun.

Setahun lalu, tambah Hasan, dirinya pernah bermimpi Maryam pulang ke rumah untuk menyiram taman yang berada di depan rumah mereka. Saat itu, dirinya menceritakan kepulangan sang adik kepada ibunda.

"Setelah 13 tahun, kami akhirnya menemukan jenazah anggota keluarga kami yang hilang saat tsunami tahun 2004 silam," kata Hasan.

Rubrik

Komentar

Loading...