Sayid Fadhil: BPKS Abnormal, Tak Ada yang Mau Ngurus, Tapi Bagi Saya ini Tantangan!

Sayid Fadhil: BPKS Abnormal, Tak Ada yang Mau Ngurus, Tapi Bagi Saya ini Tantangan!
Kepala BPKS Sayid Fadhil

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kepala BPKS Sayid Fadhil mengatakan, lembaga itu saat ini sedang berada dalam situasi tak biasa alias abnormal. Sehingga tak ada yang mau mengurusnya.

"Apa yang saya lakukan ini kan dalam situasi abnormal. BPKS itu banyak yang angkat tangan, tak mau ngurus. Tapi bagi saya ini challenge. Kalau semua tak mau ngurus, siapa lagi yang ngurus?" kata Sayid pada wartawan di Banda Aceh, Minggu (28/10/2018).

Seperti diketahui, Sayid Fadhil memang sedang menjadi sorotan menyusul teguran keras yang dilayangkan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah sebagai Ketua Dewan Kawasan Sabang.

Baca: Ditegur Keras Plt Gubernur, Ayah Nan: Menggoyang Kepala BPKS Sama dengan Menggoyang Kami!

Teguran itu disampaikan berdasarkan hasil evaluasi Dewan Pengawas BPKS atas kinerja BPKS semester pertama 2018.

Ada banyak indikator yang disampaikan Nova Iriansyah dalam surat teguran tersebut.

Salah satunya tentang kebijakan manajemen SDM yang dijalankan Sayid.

Sayid disebut melakukan pengisian SDM tidak secara terbuka, tidak mengikuti prosedural, dan tidak melibatkan unsur manajemen lainnya alias one man show.

Namun Sayid beralasan dia harus mengambil langkah itu, seperti merolling dan merekrut sejumlah SDM, untuk menghindari munculkan pekerjaan rumah di kemudian hari.

Baca: Teguran Keras Plt Gubernur, Kepala BPKS: Atasan Tak Pernah Salah, Betul Semua, Walau Pun Salah

"Tidak ada asap jika tidak ada api. Saya mengambil langkah itu tentu ada sebabnya. Setelah memantau, ternyata ada hal-hal yang harus kita selesaikan, harus kita rolling, khususnya menyangkut anggaran, supaya tidak ada lagi PR saya ke depan," katanya.

Dia mencontohkan bahwa dia sempat memecat seorang karyawan bernama Halim. "Saya pecat dari karyawan, saya tarik ke staf ahli, (dan ternyata) cocok. Jadi the right man and the right place," katnaya.

Sebaliknya, jika (SDM yang ada) dipertahankan, tidak ada jaminan jika serapan anggaran bisa terealisasi maksimal.

"Ke depan PR saya lagi nanti, saya tidak mau ke depan saya lagi enak-enak duduk dengan anak cucu, tau-tau dipanggil KPK," katanya.

Baca: Plt Gubernur Aceh Tegur Kepala BPKS

"Artinya, jangan saya tanda tangan, saya tidak tahu apa-apa, saya yang jadi pesakitan."

Rubrik

Komentar

Loading...