Sakit Usai Disiram Comberan, Ini Kata Kakemenag Terkait Rencana Haji Kepala Bappeda Langsa

Sakit Usai Disiram Comberan, Ini Kata Kakemenag Terkait Rencana Haji Kepala Bappeda Langsa

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sedikitnya 271 jamaah calon haji (JCH) Kloter Langsa siap diberangkatkan ke Tanah Suci, Mekkah, untuk tahun ini. Dari jumlah tersebut, dua di antara JCH Kloter Langsa tercatat atas nama Said Fadhly dan istrinya.

Said Fadly merupakan Kepala Bappeda Kota Langsa yang beberapa hari lalu disirami air comberan oleh warga Paya Bujok Seuleumak. Dia diduga berbuat asusila dengan seorang pegawai honorer Bappeda Kota Langsa, Cut Kurniawati, yang belakangan diketahui sebagai istri siri Said Fadly.

Pasca insiden tersebut, Said Fadly dan istri tuanya dikabarkan masuk rumah sakit karena shock. Belum diketahui apakah keduanya akan membatalkan keberangkatan ke Tanah Suci untuk tahun ini akibat kejadian tersebut.

Informasi yang diterima BERITAKINI.CO dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Langsa, Salahuddin, menyebutkan belum ada laporan jamaah calon haji asal Langsa yang membatalkan keberangkatannya ke Tanah Suci. "Alhamdulillah semuanya siap terbang," kata Salahuddin.

Selanjutnya dia mengatakan JCH Langsa terbagi dalam dua kelompok terbang (Kloter), yaitu Kloter 2 dan Kloter 4.

"Kloter 2 masuk tanggal 4 Agustus 2018. Sementara Kloter 4 masuk tanggal 6 Agustus 2018," kata Salahuddin.

Untuk jamaah calon haji yang masuk dalam Kloter 2 akan berangkat ke Tanah Suci pada 5 Agustus 2018. Sementara yang tergabung Kloter 4, diberangkatkan pada 7 Agustus 2018.

Ketika disinggung tentang insiden penyiraman air comberan oleh warga Paya Bujok Seuleumak terhadap Said Fadly, salah satu JCH asal Langsa, Salahuddin mengatakan pada dasarnya dalam hukum Islam tidak ada permasalahan yang patut disorot terkait hal itu.

Seperti diketahui, Said Fadly diberikan sanksi adat oleh warga Paya Bujok Seuleumak setelah ditangkap di salah satu rumah, di gampong tersebut. Said yang tercatat sebagai Kepala Bappeda Kota Langsa disebut-sebut kedapatan sedang berdua-duaan dengan Dewi Kurniati di salah satu kamar rumah kontrakan.

Massa mengkonfirmasi Said Fadly karena terpergok bersama Dewi Kurniati. Dalam keterangan yang diperoleh wartawan, pada saat insiden tersebut Said Fadly mengaku telah menikah secara siri dengan Dewi Kurniati.

Namun, massa yang tidak puas dengan jawaban tersebut meminta Said Fadly menunjukkan bukti-bukti jika keduanya telah menikah.

Belakangan, massa justru menghakimi Said Fadly dan Dewi Kurniati dengan cara menyiram air comberan karena merasa tidak puas dengan jawaban korban.

Setelah kejadian, kasus ini mendapat perhatian dari jajaran Pemko Langsa. Mediasi dilakukan, sehingga akhirnya para pihak memastikan pernikahan Said Fadly dengan Dewi Kurniati sah secara agama.

"Agama Islam tidak ada masalah, sebetulnya itu. Yang kita sesalkan main hakim sendiri itu yang tidak memeriksa terlebih dahulu. Secara hukum Islam, nikahnya sah. Secara hukum negara, itu kan tidak ada masalah. Tanggung jawab dia kepada negara, tanggung jawab dia kepada Allah kan tidak masalah," kata Salahuddin.

Lebih lanjut, Salahuddin mengatakan hingga saat ini tidak ada laporan Said Fadly dan istrinya membatalkan keberangkatan haji pasca insiden tersebut. Lagipula proses keberangkatan, menurut Salahuddin masih lama.

"Apabila tidak bisa berangkat, sakit, masih ada kesempatan pindah kloter. Mudah-mudahan kita doakan supaya cepat sehat, semoga bisa berangkat haji," kata Salahuddin.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...