Sabang Disiapkan untuk Tarik Wisatawan Bahari, Apa Manfaat yang Bisa Diperoleh?

Sabang Disiapkan untuk Tarik Wisatawan Bahari, Apa Manfaat yang Bisa Diperoleh?
Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata Indroyono Soesilo | BERITAKINI.CO/A. Putra

BERITAKINI.CO, Sabang | Pemerintah tengah menyiapkan Sabang sebagai destinasi wisata bahari dunia. Adapun pelaksanaan even Sail Sabang dinilai sebagai awal yang baik untuk mewujudkan itu.

Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata Indroyono Soesilo mengatakan, Sabang merupakan bagian dari bisnis bahari Sabang-Phuket-Langkawi. Saat ini, kata Indroyono, setiap hari, ratusan yacth (kapal pesiar ukuran sedang) dan super yacht berlayar ke Phuket dan Langkawi.

“Sabang memiliki potensi untuk menarik para wisatwan bahari itu, dan sedang kita arahkan untuk ke Sabang,” kata Indroyono Soesilo saat ditemui BERITAKINI.CO di Mata Ie Resort, Sabang, kemarin.

Wisata bahari dengan perahu yacht masih dianggap sebagai pasar yang seksi. Potensi devisanya sangat besar. Dari data Kemenpar, belanja wisatawan yacht per hari rata-rata US$ 500-US$ 1.000 dan lama singgahnya bisa mencapai satu bulan.

“Sabang kita dorong untuk sama dengan Thailand dan Langkawi sebab jaraknya yang sangat dekat hanya 200 mil,” katanya.

Pada Desember ini, kata Indriyono, angin juga akan berhembus ke arah Sabang. Pada saat yang sama juga kapal-kapal dari Darwin dan Sydney bergerak melewati Kota Tual. Di bulan yang sama, mereka juga akan memasuki laut Sabang.

“Dulunya kapal-kapal Australia itu berlayar dari Darwin ke Kupang, dan dari Sydney ke Tual. Setiap tahun mereka istirahat atau berhenti di Bintan, Tanjung Pinang dan Batam. Mulai tahun ini kita tarik atau kita arahkan mereka untuk menuju Sabang,” katanya.

Di Sabang, kata Indriyono, mereka akan bergabung dengan wisatawan bahari yang berlayar dari Langkawi dan Phuket.

“Inilah salah satu program kita dan perlu juga digaris bawahi ini salah kerja bersama kementerian dan lembaga, pemerintah daerah dan masyarakat” katanya.

Karena kerja bersama inilah, kata Indriyono, saat ini telah tercipta kesiapan-kesiapan untuk mewujudkan wisata bahari tersebut.

“Penerbangannya juga sudah ada setiap hari ke Sabang, penerbangan carter dari Langkawi ke Sabang saat ini juga sudah ada, segera akan penerbangan langsung dari Phuket ke Sabang,” katanya.

Pemerintah melalui Kemenpar memang telah menandatangani MoU Marine Tourism Triangle Cooperation Langkawi-Phuket-Sabang pada April 2017 lalu.

Pemerintah ingin membangun segitiga yacht and cruise antara Sabang-Langkawi-Phuket, tiga negara dalam satu aktivitas pelayaran.

Itulah sebabnya, aktivitas ini tidak hanya berhenti di event Sail Sabangnya. Tapi diikuti dengan bisnis marina yang berkelanjutan.

Tahun depan, even skala internasional juga sudah direncanakan akan di gelar di Aceh, khususnya di Sabang.(*)

IKLAN ACEH JAYA

Komentar

Loading...