Rusak Puluhan Nisan, Warga Tahan Alat Berat Milik PT BEL di Aceh Barat

Oleh ,
Rusak Puluhan Nisan, Warga Tahan Alat Berat Milik PT BEL di Aceh Barat
Para pekerja di perurasahaan tambang batu bara PT Bara Energi Lestari (BEL) membersihkan gulma dan pepohonan hasil land clearing secara manual di lokasi TPU Gampong Sumber Batu. (Foto: IST)

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Masyarakat Gampong Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, menahan satu unit alat berat milik perurasahaan tambang batu bara PT Bara Energi Lestari (BEL), yang sedang membuka jalan di kawasan itu.

Mereka menahan alat berat jenis excavator itu karena telah merusak dan meratakan puluhan batu nisan di lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa mereka.

Ketua pemuda Gampong Sumber Batu, Saipul Syam, Selasa (30/10/2018), mengatakan, penahanan ini dilakukan warga karena kesal setelah mengetahui sebanyak 20 batu nisan kuburan telah diratakan dengan tanah.

Kata dia, di lokasi yang sedang dilakukan land clearing untuk pembukaan jalan tersebut terdapat TPU dan 100 lebih kuburan masayarakat desa setempat.

“Perusahaan membuka jalan baru sampai merusak dan meratakan dengan tanah sebagian kuburan di TPU lantaran masuk dalam lintasan jalan baru operasional material batubara,” kata Saipul, didampingi Sekdes Bustaman; Tuha Peut Abdul Rahman; dan sejumlah warga.

Kata dia, pihak perusahaan tidak pernah melakukan koordinasi saat melakukan pembukaan jalan baru di wilayah itu.

“Masyarakat dan aparat desa tidak mempersoalkan masalah itu. Tapi land clearing jalan jangan sampai merusak TPU,” kata dia.

Lebih lanjut dikatakan, alat berat yang ditahan warga tersebut dapat diambil oleh perusahaan jika telah melakukan musyawarah dengan perangkat desa serta memperoleh persetujuan pihak keluarga.

“Jika pihak keluarga setuju makam orang tuanya dipindahkan, kami dari perangkat desa juga setuju. Semuanya tergantung pihak keluarga,” jelasnya.

Humas PT. BEL, Agusalim, saat berkoordinasi dengan masyarakat di lokasi land clearing mengatakan pekerja di lapangan tidak mengetahui jika di lokasi tersebut terdapat TPU karena tidak memiliki tanda atau jenis penjelasan lokasi.

“Di dalam peta juga tidak ada tanda lokasi kuburan. Tahu-tahu, saat land clearing alat berat turut meratakan batu nisan. Seandainya kami mengetahui tentu tidak akan mengambi area tersebut sebagai lokasi pembukaan jalan. Apalagi kita sama-sama budaya timur, tidak mungkin kami mau lakukan itu,” kata Agusalim.

Saat ini, perusahaan membatalkan pembukaan jalan yang melintasi area kuburan. Sebagai bentuk tanggungjawab, perusahaan juga telah membersihkan gulma dan pepohonan hasil land clearing secara manual. | AIDIL

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...