Rektor Layangkan Surat Keberatan BPKS Pekerjakan Tiga Staf Pengajar Unsyiah, Begini Reaksi Sayid Fadhil

Rektor Layangkan Surat Keberatan BPKS Pekerjakan Tiga Staf Pengajar Unsyiah, Begini Reaksi Sayid Fadhil
Samsul Rizal dan Sayid Fadhil

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Rektor Unsyiah Samsul Rizal melayangkan surat keberatan kepada Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). Samsul Rizal keberatan lantaran BPKS mempekerjakan tiga staf pengajar Unsyiah di lembaga itu.

Ketiga staf dimaksud masing-masing Nurdin, Syafruddin, dan Agus Halim. Mereka dipekerjakan sebagai tenaga ahli pada BPKS.

Dalam Surat Nomor 7886/UN11/KP/2018 tanggal 29 Oktober 2018 itu, Samsul Rizal mengatakan, ketiganya dipekerjakan di BPKS tanpa izin dari pihak berwenang.

"Sehubungan dengan itu kami keberatan pegawai tersebut dipekerjakan karena tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku," tulis Samsul Rizal dalam surat tersebut.

Sementara Kepala BPKS Said Fadhil mengatakan siap merespon surat tersebut dan mengikuti peraturan yang berlaku.

Namun Sayid Fadhil mengaku sejak dirinya menjadi kepala BPKS, dia hanya merekrut Nurdin yang sudah bekerja di BPKS sebagai tenaga ahli hampir enam bulan.

Sedangkan keberadaan Syafruddin dan Agus Halim, Sayid mengaku tak ingat persis karena sudah menjadi tenaga ahli di BPKS sebelum dirinya dilantik. “Saya hanya meneruskan saja,” kata Said Fadhil, Selasa malam (6/11/2018).

Menurut Sayid, keberadaan tenaga ahli tersebut hanya bersifat adhok, sesuai kebutuhan lapangan.

“Misal BPKS sedang melakukan beberapa kegiatan atau merencanakan beberapa konsep, maka mereka kita pakai untuk membantu BPKS sebagai tenaga ahli sesuai bidang ilmunya,” katanya.

“Jika konsep dan pekerjaan tersebut sudah selesai dan dianggap tidak efektif lagi, bisa saja mereka tidak dipakai lagi atau diganti dengan yang lain.”

Para tenaga ahli tersebut, kata Sayid, dikontrak per tiga bulan.

“Jika Rektor Unsyiah merasa keberatan dengan keberadaan mereka bertiga di BPKS dengan alasan tidak ada izin, kita coba minta agar rektor bersedia mengeluarkan izin. Sebab tenaga mereka dibutuhkan oleh Manajemen BPKS,” katanya.

Namun pemahaman Sayid, jika hanya dipakai untuk tenaga ahli, para staf Unsyiah itu tidak perlu ada izin. "Namun jika Rektor berkeberatan atas keberadaan mereka bertiga di BPKS dan harus dikembalikan Ke Unsyiah, ya kita kembalikan bagaimana baiknya menurut rektor saja," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...