Rekonstruksi Pembunuhan Pedagang Es Campur di Aceh Utara, Tersangka Terancam Hukuman Mati

Oleh ,
Rekonstruksi Pembunuhan Pedagang Es Campur di Aceh Utara, Tersangka Terancam Hukuman Mati

BERITAKINI.CO, Lhoksukon | Penyidik Sat Reskrim bersama Jaksa Kejari Aceh Utara, Senin (18/2/2019) siang tadi, menggelar rekonstruksi pembunuhan sadis terhadap penjual es campur keliling Zaduli Ismail.

Sebanyak 27 adegan diperagakan oleh dua tersangka yakni Musliyadi (26) dan Jamaliah (30) yang tak lain adalah istri korban.

Reka ulang pembunuhan yang dilatarbelakangi cinta segitiga ini dilakukan di rumah korban atau lokasi kejadian di Gampong Ujong Kulam, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara.

Dalam rekontruksi tadi diketahui, pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara menggorok leher dan menebas wajah korban dengan senjata tajam berupa parang.

Dalang dari pembunuhan sadis ini sendiri diketahui istrinya Jamilah. Ia memerintahkan selingkuhannya Musliyadi untuk menghabisi nyawa korban.

"Tidak ada fakta baru yang terungkap dalam rekonstruksi. Adegan yang diperagakan oleh istri korban dan selingkuhannya masih sama dengan yang ditulis dalam penyelidikan sebelumnya," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Iptu Rezki Kholidansyah, Senin (18/2/2019).

Dengan adanya rekonstruksi ini, kata dia, semua barang bukti dan kronologi peristiwa tersebut sudah rampung terkumpul. Upaya tersebut dilakukan hanya untuk meyakinkan jalan cerita dari pembunuhan korban.

"Berkasnya hampir rampung, kemungkinan pekan depan akan kita limpahkan ke Kejaksaan," kata Rezki.

Kata dia, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 340 JO Pasal 338 JO Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

Sebelumnya, Zaduli ditemukan tewas dalam keadaan bersimbah darah di dalam kamarnya sekitar pukul 04.35 WIB, Sabtu (15/9/2019) lalu. Belakangan terungkap bahwa pembunuhan tersebut didalangi oleh istri korban beserta selingkuhannya karena ingin menikah dan menguasai rumah korban.

Tersangka Musliyadi ditangkap pada Selasa (22/2/2019) oleh tim gabungan yang dipimpin sendiri oleh Kasat Reskrim saat dia berada di Kelurahan Bahan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara, sekitar pukul 14.00 WIB.

Jamaliah sendiri diamankan di salah satu rumah makan yang ada di Peunayong Banda Aceh sekitar pukul 21.00 WIB, pada hari yang sama. Dalam pelarian, istri korban ini sempat mengganti namanya menjadi Novi dan tinggal serta bekerja di salah satu rumah makan yang ada di Peunayong.

Rubrik

Komentar

Loading...