Sejumlah Tokoh BPN Jadi Tersangka, Eks Kombatan GAM Nilai Demokrasi Semakin Aneh

Sejumlah Tokoh BPN Jadi Tersangka, Eks Kombatan GAM Nilai Demokrasi Semakin Aneh

BERITAKINI.CO | Sekretaris Satgas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Aceh Marzukki AR atau kerap disapa Wen Rimba Raya, menilai bahwa ada kepentingan politik atas penetapan sejumlah tokoh pemenangan pasangan calon presiden dan caolon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi sebagai tersangka. 

Wen menganggap Pemerintah Indonesia saat ini sangat represif dalam menghadapi berbagai kritikan dari rakyatnya sendiri. Menurutnya, pemerintah tidak mengindahkan sistem demokrasi yang berlaku di negara ini.

"Kita mantan Gerakan Aceh Merdeka di Aceh ini saja bahkan sudah bersedia mengikuti demokrasi, bahkan menjadi pemain dalam demokrasi itu sendiri. Mereka mengekang dengan pasal-pasal makar, ini kan merusak demokrasi, meruntuhkan kepercayaan mereka sendiri terhadap negara. Dikit-dikit makar, dikit-dikit makar, apanya yang makar?" kata Wen Rimba Raya saat dimintai tanggapannya, Rabu (15/5/2019).

 Wen menjelaskan bahwa proses demokrasi itu harus berjalan sesuai mekanisme aturan yang berlaku, bukan asal-asal apalagi harus menzalimi rakyat yang menyampaikan hak-haknya.

"Ada pemain, ada penonton, ada prajurit, ada pengawas, ibarat main bola gitu, ada wasit. Tapi sekarang ini wasitnya saja nggak jalan gimana mau jalan ini di lapangan. Ketika begitu banyak manusia menjalankan demokrasi itu dengan benar, habis itu dizalimi," katanya.

Dia juga menyayangkan sikap pemerintah dan penyelenggara pemilu yang terkesan seperti membodohi rakyat.

"Keluarkan dulu yang salah setelah itu dikoreksi, keluarkan yang salah habis itu dikoreksi, haduuh, orang Indonesia kan nggak bodoh, orang Aceh apalagi. Untung di Aceh itu (penduduk) tak banyak gitu, kalau banyak duluan rakyat Aceh mengambil sikap lain barang kali," cetusnya.

Mantan Panglima GAM Wilayah Linge berharap agar pemerintah dan penyelenggara pemilu menghargai hak-hak rakyat dan menjalankan pemilu dengan benar. Ia bahkan yakin Prabowo-Sandi akan menerima dengan iklasjika kalah dalam pemilu, selama pemilu tidak curang.

"Saya rasa semua kontestan akan menerima kekalahan jika semua dilakukan dengan benar, penyelenggaranya benar. Kita takut krisis kepercayaan rakyat, karena kalau sudah krisis kepercayaan terus kalau rakyat bergejolak, ini berbahaya bagi keutuhan negara ini," tegasnya.

Rubrik
Sumber
Sekretaris Satgas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Aceh Marzukki AR atau Wen Rimba Raya. Ist

Komentar

Loading...