Rawan Penyelewengan, Dewan Minta Premium Didistribusikan Siang Hari

Rawan Penyelewengan, Dewan Minta Premium Didistribusikan Siang Hari
Suasana antrian di salah satu SPBU di Kabupaten Pidie. (BERITAKINI.CO | FIRMAN)

BERITAKINI.CO, Sigli | Fenomena kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium terus terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pidie.

Hal itu membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, M Isa Alima, berang dan mendesak pihak Pertamina mengavaluasi jadwal pendistribusian minyak ke SPBU di wilayah itu.

"Pertamina harus penyuplai premium siang atau sore hari," kata M Isa Alima kepada BERITAKINI.CO, Kamis (1/11/2018).

Hasil pantauan pihaknya, kata Isa, minyak subsidi jenis premium dipasok ke SPBU di Pidie saat menjelang ralut malam. Kondisi ini, menurut Isa, rawan terjadi penyelewengan.

“Setelah minyak dipasok malam hari, terjadi antrian panjang baik menggunakan jerigen, sepeda motor dan mobil. Antrian berlanjut hingga dini hari,” kata dia.

Siang harinya, kata dia, masyarakat tidak bisa mendapatkan premiun hampir di semua SPBU di Pidie.

"Pagi hari, petugas SPBU memasang plat stok premium kosong," ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan di Disperindangkop Pidie, Idham mengatakan, informasi yang mereka dapat bahwa Pertamina membatasi stok premium untuk setiap SPBU.

Disebutkan, setiap SPBU hanya diberikan jatah 8000 liter per hari, kecuali hari Sabtu dan Minggu.

“Untuk para padangang yang mengambil premium, Disperindangkop mengeluarkan surat pengantar. Jadi jika ada pembelian minyak pakai jerigen tanpa ada surat dari kami, itu melanggar," ujarnya.

Penulis
Rubrik
LOKER BERITAKINI

Komentar

Loading...