Pungli SIM, Kapolres Ini Dicopot dari Jabatan

Pungli SIM, Kapolres Ini Dicopot dari Jabatan
Erick Hermawan/Net

BERITAKINI.CO | Berakhir sudah kursi empuk yang selama ini diduduki AKBP Erick Hermawan. Perwira menengah (Pamen) Polri yang diperiksa Divisi Propam Mabes Polri karena pungutan liar (pungli) yang dilakukan di Satpas Polres Kediri itu akhirnya dicopot dari jabatannya.

Hal ini tercantum dalam surat mutasi ST/2282/IX/KEP/2018. Dalam surat yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Eko Indra Heri itu Erick dipakir di Pelayanan Markas (Yanma) Polri dalam rangka pemeriksaan.

AKBP Erick Hermawan diganti AKBP Roni Faisal yang saat ini menjabat kasat narkoba Polrestabes Surabaya dalam surat mutasi yang keluar sejak Rabu (12/9) kemarin itu. “Benar kita keluarkan mutasi itu,” kata Eko Kamis (12/9).

Seperti diberitakan, Erick terancam sanksi demosi sampai pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) alias pemecatan. Selain Erick ada beberapa personel lain yang diproses dalam kasus tidak terpuji ini.

Praktik ini terbongkar pada Sabtu (18/8/2018) lalu. Modusnya setiap pemohon SIM dikenakan biaya di luar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang bervariasi mulai Rp 500.000-Rp 650.000 per orang tergantung jenis SIM-nya. Supaya tidak mencolok, mereka menggunakan tangan calo yakni Harry, Alex, Budi, Dwi, dan Yudi yang bekerja secara terkoordinir.

Setiap hari para calo menyetorkan uang pungutan di luar PNBP kepada PNS bernama Anto yang kemudian dilaporkan kepada Bagian Urusan (Baur) SIM Bripka Ika.

Setelah direkap setiap minggunya, uang tersebut di distribusikan kepada kapolres, kasatlantas, kas, dan Baur SIM. Besarnya pun variatif.

Erick diduga setiap minggunya menerima sekitar Rp 40 sampai 50 juta. Kasat sekitar Rp 10 juta -15 juta dan seterusnya.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...