Puluhan Hektar Padi IP 300 Gagal Panen di Indrapuri, Distanbun Aceh: Itu Tidak Benar!

Puluhan Hektar Padi IP 300 Gagal Panen di Indrapuri, Distanbun Aceh: Itu Tidak Benar!
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Muklis

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh kembali menjadi sorotan setelah tim dari Komisi II DPRA menyatakan menemukan puluhan hektar lahan padi pilot project sistem IP 300 di Aceh Besar, gagal panen.

Namun Distanbun Aceh menilai temuan yang disampaikan Ketua Komisi II DPRA Nurzahri itu tidaklah benar.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Muklis mengatakan, dari total 500 hektar lahan IP 300 di Kecamatan Indrapuri dan Kuta Malaka, hanya 6 sampai 7 hektar saja yang mengalami penurunan produksi.

Dan hal itu bukan disebabkan oleh bibit yang dinilai tak sesuai dengan kondisi wilayah Aceh.

“Penurunan produksi karena serangan hama wereng, hama tikus, dan burung. Kemarin pada saat kunjungan Komisi II DPRA, saya juga ikut. Komisi II menyimpulkan 30 hektar dari 500 hektar pilot project tersebut gagal panen, itu salah,” kata Muklis, Sabtu (10/8/2019).

Penilaian secara teknis, kata muklis, berkurangnya produksi itu masih masuk dalam batas tolerir, karena program ini adalah yang pertama dilakukan.

Baca: Indrapuri dan Kuta Malaka Jadi Lokasi Percontohan Penanaman Padi IP 300

Dia juga mengungkapkan, meski secara resmi program IP 300 hanya di lahan seluas 500 hektar, tapi sesungguhnya masyarakat di sana juga ikut melakukan sistem tanam tiga kali panen dalam setahun itu, sehingga total lahan IP 300 ada seluas 2.000 hektar di Aceh Besar.

“Jadi yang terindikasi terkena hama wereng dan sebagainya itu hanya 6 hektar saja dari total luas tanam 2.000 hektar,” katanya.

Untuk yang mengalami penurunan produksi itu, kata Muklis, juga sedang dalam pengurusan asuransi.

Pihak asuransi, kata Muklis, sedang melakukan penghitungan untuk membayar ganti rugi kepada petani.

“Jadi petani tidak rugi, karena diasuransikan,” katanya.

Baca: Puluhan Hektar Padi Program Pemerintah Gagal Panen di Aceh Besar

IP 300, kata Muklis, adalah sistem penanaman tiga kali setahun. Sebelumnya, para petani di Kecamatan Indrapuri dan Kuta Malaka melakukan sitem tanam dua kali dalam setahun. Untuk mendorong pertumbuhan produksi petani, maka pemerintah menggalakkan sitem IP 300 tersebut.

“Jadi lazimnya, April hingga Juli itu petani kita biasanya tidak menanam, tapi kali ini kita ajak menanam, dan ini adalah hal baru bagi petani kita di mana biasanya petani menanam 2 kali dalam setahun, kali ini kita ajak 3 kali dalam setahun dengan hasil 7 hingga 7,5 ton dalam satu hektar,” katanya.

Sementara itu untuk program pengujian bibit Inpari 42 seluas 5 hektar oleh Kementerian Pertanian, kata Muklis, tak ada hubungannya dengan program IP 300 Pemerintah Aceh, meski lokasinya berdampingan.

“Itu ranahnya Kementerian Pertanian, mereka melakukan uji coba bibit padi Inpari 42 dengan berbagai perlakuan, dan pembiayaan serta penanggungjawabnya adalah Kementerian Pertanian di bawah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh,” katanya.

   

Rubrik

Komentar

Loading...