Pukul Guru, Siswa di Lhokseumawe Dipolisikan

Oleh ,
Pukul Guru, Siswa di Lhokseumawe Dipolisikan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Tindak kekerasan terhadap seorang guru kembali terjadi di Aceh. Kali ini menimpa Rahmawati, seorang guru mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 3 Lhokseumawe, Sabtu (4/8/2018) lalu.

Kasus itu kini sudah dilaporkan ke Polres Lhokseumawe.

"Sudah kita lapor ke Polres hari itu terus, tapi saya masih mencari solusi di hari pertama itu. (Tindak lanjut laporan) belum, karena hari ini baru diperiksa saksi korban. Mungkin besok diperiksa kepala sekolah, saya, habis itu mungkin baru diambil tindakan terhadap tersangka," kata Kepala SMA N 3 Lhokseumawe, Jafar, menjawab BERITAKINI.CO, Senin (13/8/2018).

Jafar mengatakan pihaknya juga sudah mengambil sanksi tegas berupa pemecatan terhadap G, siswa yang memukul Rahmawati. Hal ini terpaksa diambil karena pihak keluarga tidak kooperatif dengan kejadian tersebut.

"Hari Sabtu itu saya datang ke rumahnya, nggak ada orang tua. Karena saya hari Senin, Selasa, Rabu ada tugas ke Banda Aceh, nggak sempat lagi. Hari Kamis terus saya kembali ke rumahnya, jumpa sama orang tuanya. Saya bilang untuk ke sekolah agar kita musyawarah, katanya bisa besok datang, tetapi sampai sekarang nggak datang," kata Jafar lagi.

Jafar menceritakan kejadian tersebut berawal saat G diduga kelelahan dan hendak tidur di salah satu kelas kosong. Saat itu, Rahmawati memanggil G untuk masuk kelas.

"Mungkin karena terlalu lelah atau apa, tidur dia. Dia minta izin mau pinjam buku pustaka, tapi pustaka belum buka karena masih jam 08.00 pagi. Habis tu dipanggil lah, entah marah dia karena tidur nyenyak kali. Dia kemudian emosi mungkin karena tidur nyenyak kali. Kata ibu itu, apa mau pukul saya, pukul saja. Habis itu langsung dipukul sekali," kata Jafar.

Rahmawati yang kena pukulan G kemudian tersungkur ke lantai dengan kondisi terduduk. Dia kemudian kesakitan di pinggul dan tidak bisa berjalan.

"Namanya kita sudah tua, sekali kena pukulan kan jatuh. Sekali jatuh kena tulang lah, retak tulangnya berdasarkan rontgen," ujar Jafar.

Hingga saat ini, kata Jafar, Rahmawati tidak bisa beraktivitas seperti biasa karena harus dipapah. Korban juga tidak masuk sekolah sejak kejadian.

Sementara G juga tidak pernah terlihat lagi di sekolah usai kejadian hingga sekarang.

Rubrik

Komentar

Loading...