Proyek Pasar Modern Abdya, Kajati: Terindikasi Gagal Konstruksi, Negara Bisa Total Lost

Proyek Pasar Modern Abdya, Kajati: Terindikasi Gagal Konstruksi, Negara Bisa Total Lost
Peletakan pertama pembangunan pasar modern di kota Blangpidie
Iklan BPKS

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kejaksaan menemukan indikasi penyimpangan, antara lain, volume konstruksi serta realisasi fisik yang seharusnya pada proyek Pasar Modern Abdya. Bahkan, realisasi fisik proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan standar mutu K 250.

"Menurut penyidik proyek ini bisa menjadi gagal konstruksi. Tapi kita akan coba mendengar pendapat ahli, mudah-mudahan sama dengan hasil penyelidikan yang dilakukan," kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh Chaerul Amir saat ditanya wartawan, Kamis (22/3/2018).

Baca: Proyek Pasar Modern Abdya Rp 58,68 Miliar ‘Mangkrak’, Penegak Hukum Diminta Bertindak

Jika memang itu (gagal konstruksi) akhirnya menjadi satu kesimpulan, kata Chaerul, maka proyek tersebut bisa dinilai total lost sebagai kerugian negara.

Selain itu, kata Chaerul, juga ditemukan ada kejanggalan-kejanggalan lainnya.

Di satu sisi, katanya, konsultan pengawas telah memberikan teguran berkali-kali kepada kontraktor pelaksana.

Di sisi lain, penarikan termin proyek tetap dicairkan.

"Artinya memang sudah disadari bahwa perjalanan proyek ada masalah, namun si pemilik pekerjaan (pemerintah setempat), tetap memenuhi permintaan pencairan. Inikan tentu kejanggalan," kata Chaerul.

Menurut Chaerul, sejauh ini penyidik memang telah menemukan adanya dugaan unsur melawan hukum dalam pelaksanaan proyek tersebut.

"Namun untuk kerugian negara kita akan minta ahlinya dalam hal ini BPKP atau BPK," kata Chaerul.

"Yang jelas kasus ini sudah ditingkatkan ke penyidikan, tinggal menunggu hasil audit maka akan ditetapkan siapa yang bertanggungjawab."

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...