Prediksi Tentang PSI dan Partai Baru Lain di Pemilu 2019

Prediksi Tentang PSI dan Partai Baru Lain di Pemilu 2019
Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Pengurus. Foto: INews.id

BERITAKINI.CO | Berdasarkan hasil survei dari penelitian dan pengembangan atau Litbang Kompas menunjukkan, partai partai baru tidak akan lulus ke DPR dalam Pemilu 2019, karena mereka tidak mampu memperoleh elektabilitas di atas ambang batas parlemen sebesar empat persen.

Pengamat Komunikasi Politik, Ari Junaedi menjelaskan, rendahnya elektabilitas partai-partai baru seperti PSI, Partai Garuda, Partai Berkarya dan Partai Perindo adalah wajar dan normal.

"Hal ini terlihat dari tingginya resistensi mayarakat terhadap partai-partai baru termasuk PSI yang dibesut anak-anak milenial," kata Ari saat dihubungi wartawan, Kamis, 21 Maret 2019.

Ari mengaku termasuk orang yang menaruh harapan besar terhadap PSI di saat-saat awal berdiri. Namun sayangnya, di tengah-tengah perjalanannya, partai tersebut kerap mengeluarkan blunder yang tidak perlu, serta mengganggu soliditas di koalisi partai-partai pendukung Jokowi.

"Pernyataan perda syariah dan poligami yang masuk dalam ranah filosofis keagamaan sebaiknya tidak disentuh PSI di awal kampanye. Dengan cara seperti itu, PSI mengobarkan perang dengan kaum mayoritas," kata pengajar di Universitas Indonesia tersebut.

Demikian juga soal pernyataan PSI yang menyinggung kiprah partai-partai lama soal pendampingan terhadap gender, lanjut Ari, nyatanya sudah digarap oleh partai-partai yang jauh lebih senior.

Semestinya, menurut Ari, PSI lincah bermanuver di pusaran isu-isu nasional tanpa membuat permusuhan dengan partai-partai lain. PSI harusnya percaya diri bermain di isu milenial mengingat captive market-nya di kalangan milenial atau pemilih pemula.

"Ini kan tidak, PSI membuka front ‘pertempuran’ dengan partai-partai ‘senior’, tidak peduli yang ada di dalam koalisi atau tidak serta tidak menggarap intens pasar potensialnya," katanya.

Ari berpendapat, PSI masih tidak bisa menempatkan dirinya sebagai partai baru yang sejajar dengan partai-partai mapan seperti PDIP, Gerindra, Golkar dan PKB.

"PSI kurang santun dalam berpolitik serta tidak bisa melepaskan diri dari gaya anak muda yang temperamental," kata Ari.

Sebelumnya, Litbang Kompas menggelar survei terbaru terkait Pemilu 2019 khususnya mengenai elektabilitas partai-partai politik dalam menghadapi pemilihan legislatif. Hasilnya, hanya enam partai yang mereka prediksi lulus ke DPR karena memenuhi syarat ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Seperti dikutip dari Harian Kompas, Kamis (21/3/2019), enam partai tersebut antara lain PDIP dengan 26,9 persen; Gerindra 17 persen; Golkar 9,4 persen; PKB 6,8 persen; Demokrat 4,6 persen; dan PKS 4,5 persen.

Sedangkan 10 partai lainnya yang tidak lulus yaitu PAN 2,9 persen; PPP 2,7 persen; Nasdem 2,6 persen; Hanura 0,9 persen; PBB 0,4 persen; PKPI 0,2 persen. Kemudian partai-partai baru seperti Perindo 1,5 persen; PSI 0,9 persen; Berkarya 0,5 persen: dan Partai Garuda 0,2 persen.

PAN, PPP, dan Nasdem memang termasuk partai yang elektabilitasnya tak melewati ambang batas parlemen sebesar empat persen. Tapi, apabila ditambah dengan tingkat margin of error +/- 2,2 persen, ketiga partai tersebut masih mempunyai peluang lulus ke DPR.

Rubrik
Sumber
VIVA.co.id
Iklan Sabang Merine

Komentar

Loading...