Polsek Manggeng Berhasil Mediasi Perseteruan Tim Berzikir Vs Tim Qurani

Polsek Manggeng Berhasil Mediasi Perseteruan Tim Berzikir Vs Tim Qurani

BERITAKINI.CO, Blangpidie I Aparat kepolisian telah memediasi perseteruan antara Tim Pemenangan Erwanto-Muzakir (Berzikir) dengan Tim Pasangan Tgk Qudusi-Hamdani (Qurani).

"Mereka sudah damai, saya hanya sebagai mediasi untuk berdamai,” ungkap Kapolsek Manggeng Iptu Sunardi pada BERITAKINI.CO, Minggu (5/2/2017).

Sunardi menjelaskan, pihaknya tidak melihat motif dan latar belakang mengapa sejumlah anggota Tim Pemenangan Berzikir menyerang anggota Tim Qurani pada Sabtu (4/2/2017) malam.

"Saya juga tanya kepada mereka tentang bagaimana ini bisa terjadi. Malah menjadi bertambah rumit karena keduanya saling membenarkan diri, sehingga saya menawarkan untuk damai, dan mereka sepakat berdamai,” jelas mantan Kasi Propam Polres Abdya itu.

Namun, kata Sunardi, kedua belah pihak tersebut melakukan perdamaian di hadapan pihak aparatur desa. "Keduanya berdamai di hadapan geuchik dan aparatur gampong. Sanksi apa yang akan dikenakan aparat desa, itu desa yang mengatur,” katanya.

Ipda Sunardi mengaku, proses mediasi juga dihadiri Panwaslih Abdya dan masing-masing pasangan calon.

Sebelumnya, sejumlah anggota Tim Pemenangan Berzikir diduga menyerang posko Pemenangan Tim Qurani di Gampong Panton Makmu, Kecamatan Manggeng, sekira pukul 21.00 WIB, Sabtu (4/2/2017).

Said Fadli, pendukung Qurani mengatakan, Tim Berzikir mendatangi posko mereka dan mengeroyok pendukung Qurani bernama Samsuar dan dua rekannya yang sedang berada di sana.

Dikatakannya, awal mula persoalan tersebut karena dipicu atas hujatan orator Tim Berzikir bernama Abdurrahman alias Panglima Do.

Menurut Said Fadli, saat kampanye Panglima DO memaki-maki Samsuar dan keluarganya.

"Siapa yang tidak tersingung, saat keluarganya menjadi bahan maki-maki di atas pangung," kata Said Fadli.

Karena merasa dirugikan, Samsuar yang juga mantan anggota DPRK Abdya itu, memprotes kepada Panglima Do, bahwa ia tidak dapat menerima atas pernyataan Do seperti itu

"Dan Panglima Do juga sempat meminta maaf kepada Samsuar,” katanya

Namun , sebut Said Fadli, persoalan tidak selesai di situ. "Panglima Do diduga mengirim anggotanya untuk menghajar Samsuar sehingga terjadilah pengeroyokan."(*)

Penulis
Rubrik
LOKER BERITAKINI

Komentar

Loading...