Polisi Cokok Suami-Istri Penjual Elpiji Subsidi di Atas Harga HET di Aceh Selatan

Polisi Cokok Suami-Istri Penjual Elpiji Subsidi di Atas Harga HET di Aceh Selatan
Ilustrasi

BERITAKINI. CO, Tapaktuan | Polres Aceh Selatan menangkap dua pelaku penjual gas elpiji 3 kilogram, SN (46) dan suaminya AR (48), warga Gampong Batu Itam, Kecamatan, Tapaktuan.

Keduanya kedapatan menjual gas elpiji 3 kilogram itu di atas harga eceran tertinggi (HET).

HET yang ditetapkan Pemerintah kabupaten Aceh Selatan senilai Rp 23.000 per tabung, dan Nasional Rp 20.500.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono membenarkan pihaknya telah menangkap SN dan AR. Keduanya diringkus kemarin, di Desa Lhok Bengkuang,Tapaktuan.

“Tindakan ini kami lakukan untuk menjawab keluhan masyarakat terhadap tingginya harga gas bersubsidi yang dijual para spekulan di daerah ini,” kata Dedy di Mapolres Aceh Selatan, Kamis (28/12/2017).

Menurut Kapolres, dari pengakuan pelaku SN, mereka memperoleh keuntungan bersih Rp 7.000 per tabung.

Artinya, pelaku menjual dengan harga Rp 35.000 per tabung dan pekerjaan ini sudah dilakoninya selama lima bulan.

Tindakan ini, lanjut AKBP Dedy, sudah meresahkan dan sangat membebani masyarakat ekonomi lemah.

Polisi juga menyita barang bukti berupa tabung gas sebanyak 33 unit, baik yang masih berisi maupun kosong, serta satu mobil pengangkut.

Menurut Desy, keduanya terancam hukuman tiga tahun penjara karena melanggar UU RI Nomor 22/2001 Tentang Minyak Bumi dan Gas.

Kanit Tipiter Polres Aceh Selatan Iptu Adrianus menambahkan, tidak tertutup kemungkinan adanya pelaku lain yang bisa ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus permainan gas bersubsidi ini.

“Akan kami kabarkan jika telah ditetapkan tersangkanya,” kata Adrianus.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...