PLN Banda Aceh Eksekusi Pelanggan Pra Bayar di Lampoh Daya, Ternyata yang Nunggak di Darusallam

PLN Banda Aceh Eksekusi Pelanggan Pra Bayar di Lampoh Daya, Ternyata yang Nunggak di Darusallam

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ada-ada saja kerja PLN Banda Aceh. Mereka melakukan kesalahan pemotongan meteran pelanggannya sendiri karena dituding nunggak. Celakanya lagi, yang dituding nunggak justru pelanggan pra bayar.

Pelanggan yang seharusnya dieksekusi juga sebenarnya ada di Berabung, kawasan Darussalam. Tapi PLN justru memotong listrik pelanggannya yang ada di Lampoh Daya, Jaya Baru, Banda Aceh. 

Baca: PLN Banda Aceh Potong Meteran Pelanggan Pra Bayar Karena Dituding Nunggak, Lho...

Padahal, nama dan ID pelanggannya jelas-jelas beda. Jarak antara Berabung dengan Lampoh Daya juga terpaut cukup jauh.

Tapi fenomena inilah yang terjadi. Dan hal itu diakui oleh Manager Area PLN Banda Aceh Wahyu Ahadi.

"Saat ini sedang saya cari tau, kok bisa ke Lampoh Daya pula," katanya pada BERITAKINI.CO, Sabtu (18/8/2018).

Wahyu mengatakan, mereka memang sedang melakukan operasi pemotongan meteran terhadap pelanggan menunggak.

"Jadi kita perlu memastikan apakah sudah dibongkar atau tidak. Makanya dicek ke lapangan. Koordinatnya ke situ," katanya.

Belakangan, PLN mengetahui bahwa eksekusi itu salah sasaran. "Setelah kami verifikasi, benar ada kesalahan," katanya.

"Kami juga sudah kita minta maaf dan saya sudah memerintahkan untuk pemasangan kembali hari ini juga."

Adapun ID Pelanggan yang menjadi korban atas nama Mustafa. Sementara rumah tersebut adalah milik Muzakir.

Pada BERITAKINI.CO, Muzakir mengakui jika di ID Pelanggan tercatat nama Mustafa.

"Itu adik kandung saya, memang awalnya adiknya yang mengurus permohonan pemasangan listrik ke PLN," katanya.

Sementara Wahyu mengatakan belum mendapatkan informasi apakah petugasnya di lapangan telah menjalankan SOP atau tidak.

"Seharusnya memang mengikuti SOP, memastikan pelanggan yang dituju itu benar sesuai data yang ada," katanya.

Menurut Wahyu, petugas di lapangan tersebut sesunguhnya adalah rekanan PLN.

"Jika SOP tidak dijalankan, maka akan kita tegur vendor itu secara tertulis," katanya.

Sebelumnya Muzakir mengatakan jika petugas di lapangan tidak mengenakan identitas dan tidak menunjukkan surat tugas.

Kondisi itu sempat membuat dia khawatir akan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti rencana perampokan.

Rubrik

Komentar

Loading...