Pimpinan dan Guru Ngaji Cabuli Santri di Lhokseumawe, Kuasa Hukum: Klien Kami Merasa Difitnah

Pimpinan dan Guru Ngaji Cabuli Santri di Lhokseumawe, Kuasa Hukum: Klien Kami Merasa Difitnah

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | AI (45) dan MY (26), pimpinan dan guru dayah yang merupakan tersangka pencabulan terhadap santri di Lhokseumawe, tak mengakui sangkaan yang dialamatkan pada mereka tersebut. Hal itu disampaikan kuasa hukum mereka, Armia pada wartawan, Sabtu (13/7/2019).

"Klien kita hanya mengatakan bahwa ia telah difitnah atas kasus tersebut," ujar Armia.

Namun kata Armia, pihaknya saat ini masih fokus terhadap proses hukum yang sedang berjalan serta masih mengumpulkan bukti-bukti untuk meringankan tersangka.

"Kita sangat menghargai proses hukum, kita serahkan kasus ini sesuai proses hukum, biar proses hukum yang berbicara, nanti ada forum yang akan membuktikannya," katanya.

Sebelumnya, kata Armia, pihaknya juga sudah berdiskusi dengan pihak yayasan bahwa kliennya juga menginginkan lembaga pendidikan tersebut tidak dibekukan.

"Kita berharap dayah tersebut dapat berjalan, persoalan ada satu dua wali murid yang tidak nyaman lagi, atau keluar dari sekolah itu tidak masalah," katanya.

Baca: Pelecehan Anak di Bawah Umur, Polisi Tangkap Pimpinan dan Guru Dayah di Lhokseumawe

Armia juga mengatakan, ada wali murid yang tetap ingin bertahan di dayah itu, dan percaya bahwa sekolah tersebut akan kembali normal.

"Dari 250 santri, hampir setengahnya percaya bahwa kasus ini akan berjalan dengan baik dan sekolah ini akan kembali normal," katanya

Baca: Pimpinan dan Guru Pesantren Cabuli Santri di Lhokseumawe, Musannif: Hukum Seberat-beratnya

Untuk wali murid yang sudah mendaftarkan anaknya tetapi belum bersekolah, namun ingin membatalkannya, maka akan dibicarakan kemudian.

"Nantinya, kita akan mencari solusi dari dua belah pihak, yang perlu harus dibawahi bahwa ini adalah oknumnya, sekolahnya tidak tidak salah dan kita belum memvonis apakah kasus ini dinyatakan bersalah atau tidak, karena ini masih dalam penyidikan,” katanya. | RIZKITA

Rubrik

Komentar

Loading...