Pertanyaan Menyengat Apa Karya untuk Irwandi Yusuf

Oleh ,
Pertanyaan Menyengat Apa Karya untuk Irwandi Yusuf

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Zakaria Saman (Apa Karya) bukan cuma berhasil menyedot perhatian pemirsa karena tampil dengan gaya orisinilnya pada Debat Kandidat Gubernur Aceh di Hermes Palace, Banda Aceh, Kamis (22/12/2016) malam.

Namun, dia juga melontarkan pertanyaan yang cukup menyengat terhadap salah satu rivalnya, Irwandi Yusuf.

 “Saudara Irwandi, baru-baru ini kita mendengar macam-macam korupsi,  jadi, masalah sabang (Korupsi BPKS), besi tua, (proses penerbitan) izin tambang, izin lahan gambut Rawa Tripa dan (PT) Lhoong (Setia Mining), sehingga lingkungan rusak. Jadi bagaimana jika Anda jadi gubernur, bagaimana atasinya?” tanya Apa Karya saat sesi tanya jawab berlangsung.

Pertanyaan ini sontak membuat seisi ruangan berdengung. Publik mahfum, Irwandi memang sempat diterpa rupa-rupa isu yang lazimnya dikaitkan dengan dugaan korupsi. Sebagai mana diketahui, dalam kasus korupsi BPKS, nama Irwandi sempat menjadi buah bibir tatkala dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang membelit mantan Kepala BPKS Ruslan Abdul Gani.

Kemudian Apa Karya menyebut kasus besi tua. Kasus ini memang sempat mencuat pada 2008-2009 lalu dimana ada dugaan korupsi pada penjualan aset negara seperti alat berat dan besi bekas jembatan.

Soal izin lahan gambut di Rawa Tripa juga kerap dikait-kaitkan dengan Irwandi Yusuf. Ini diduga menyangkut izin untuk mengekploitasi lahan gambut seluas 1,605 hektar untuk perkebunan sawit PT. Kalista Alam pada Agustus 2011 lalu.

Begitu juga dengan proses pemberian izin untuk PT Lhoong Setia Mining di Aceh Besar yang mengekplorasi 500 hektar kawasan di sana.

Tapi sayang, Irwandi Yusuf tak menjawab ihwal dugaan korupsi yang disasar Apa Karya. Dari sederet pertanyaan yang dilontarkan itu, Irwandi hanya menanggapi soal lahan di Kuala Tripa.

"Masalah lahan gambut harus disikapi secara menyeluruh. Lahan gambut itu harus tetap jadi gambut. Karena gambut itu menyerap karbon lebih baik dari pohon. Kemudian menyikapinya, jangan melakukan alih fungsi dengan lahan lain. Simple sebenarnya, itu sudah pernah saya lakukan. Saya melarang menebang pohon di dalam hutan. Saya tidak memberikan izin-izin perkebunan di daerah lahan gambut, seperti Rawa Tripa.," katanya.(*)

Komentar

Loading...