Pernyataan Terbaru Muzakir Manaf Soal Referendum

Pernyataan Terbaru Muzakir Manaf Soal Referendum

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ketua Umum Partai Aceh Muzakir Manaf membuat pernyataan terbaru merespon pernyataan sebelumnya tentang seruan referendum Aceh.

Pernyataan itu disampaikannya lewat sebuah video yang kini telah beredar luas.

Mengenakan kemeja merah, Muzakir Manaf tampak seperti mengklarifikasi soal referendum yang dilontarkannya.

"Bahwa pernyataan saya tentang referendum, tidak mewakili rakyat Aceh. Saya lakukan hal tersebut secara spontan, kebetulan pada even Haul Tgk Muhammad Hasan Di Tiro," kata Muzakir Manaf.

Dia juga menyadari bahwa rakyat Aceh saat ini cinta damai dan pro NKRI

Dan berharap Aceh ke depan harus lebih maju, dalam binkai NKRI

"Hal-hal lain yang belum sesuai MoU Helsinki, akan saya buat secara tersendiri, guna menuntaskan butir-butir MoU Helsinki," katanya sembari mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Seperti diketahui, Muzakir Manaf memang sempat membuat geger dengan pernyataan yang dilontarkan tentang referendum Aceh.

Hal itu mengundang reaksi banyak pihak, termasuk Pemerintah Pusat.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto bahkan mengatakan Muzakir Manaf akan diproses hukum karena penyataannya itu.

Baca: Mualem akan Diproses Hukum karena Serukan Referendum Aceh

"Oh iya pasti (sanksi), yang bersangkutan kan sekarang tidak di Aceh, di luar negeri. Nanti tentu ada proses-proses hukum untuk masalah ini, karena tatkala hukum positif sudah tidak ada, dan tetap ditabrak tentu ada sanksi hukumnya, jadi biar sajalah," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Baca: Menhan: Muzakir Manaf Tak Usah Ngomong Referendum, Kalau TNI ke Aceh Bilang DOM Lagi

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu juga menanggapi permintaan referendum yang disuarakan tersebut. Ryamizard meminta Muzakir yang merupakan Ketua Komite Peralihan Aceh –organisasi perkumpulan mantan kombatan GAM- untuk menahan diri dengan tidak melontarkan pernyataan yang bisa mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sepanjang beberapa waktu terakhir, juga muncul fenomena spantu-spanduk yang yang bertuliskan menolak referendum. Namun dilain pihak, terdapat juga politisi di Aceh yang mendukung positif seruan referendum tersebut.

Rubrik

Komentar

Loading...