Perkara Penambang Ilegal di Pidie Segera ke Meja Hijau, Tiga Orang Masih Buron

Perkara Penambang Ilegal di Pidie Segera ke Meja Hijau, Tiga Orang Masih Buron

BERITAKINI.CO, Sigli | Berkas perkara enam tersangka penambang ilegal akhirnya dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri (PN) Pidie dan siap untuk disidangkan.

Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Mahliadi kepada BERITAKINI.CO, Selasa (12/12/2017) mengatakan, enam tersangka beserta barang bukti berupa satu unit alat berat sudah dibawa ke Kejari Pidie.

"Pukul 10.30 WIB tadi kita serahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari Pidie, karena berkas sudah dinyatakan lengkap," kata Mahliadi.

Enam orang buruh tambang tersebut diamankan polisi beserta tim gabungan di kawasan hutan lindung Gampong Col Kuala, Kecamatan Tangse, Pidie pada Oktober 2017 lalu.

Mereka yang menjadi tahanan Kejaksaan  Pidie masing-masing M Handoko (33) operator alat berat, warga Desa Padang Cermin Kecamatan Selesai, Langkat Provinsi Sumut; Umar (28) Gampong Dayah Peudaya, Kecamatan Padang Tiji, Pidie; Fadli (42) Gampong Blang Dhot, Kecamatan Tangse, Pidie; Munawir (32) Gampong Pulo Mesjid, Kecamatan Tangse, Pidie; Bustami (33), Gampong Pulo Sejahtera Kecamatan Tangse, Pidie; dan Zulfahnur (32) Gampong Pulo Baro, Kecamatan Tangse, Pidie.

"Keenam tersangka dan barang bukti diterima JPU Yudha Utama Putra, SH selaku Kasi Pidum Kejari Pidie," ungkapnya.

Tambah Mahliadi, pihaknya juga masih melakukan pengejaran terhadap tiga tersangka lainnya dalam kasus tersebut.

Mereka adalah IR (40) pemilik alat berat yang juga warga Padang Tiji, Pidie; HM (40) pemilik modal warga Mila; dan SF (43) warga Kecamatan Tangse. Ketiganya sudah masuk dalam daftar pencarian orang alias buronan.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...