Ekses Kericuhan Berujung Pembakaran, Butuh Rp 2 Miliar Lebih untuk Perbaikan Rutan Sigli

Ekses Kericuhan Berujung Pembakaran, Butuh Rp 2 Miliar Lebih untuk Perbaikan Rutan Sigli

BERITAKINI.CO, Sigli | Sedikitnya dibutuhkan Rp 2 miliar untuk perbaikan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sigli yang rusak akibat pembakaran oleh oknum warga binaan pada 3 Juni 2019 kemarin.

Hal itu dikatakan oleh Direktur Jendral Parmasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami, saat meninjau Rutan Sigli, Selasa (11/6/2019) sore.

Baca: Ricuh, Napi Bakar Fasilitas Rutan Sigli

"Butuh biaya sekitar Rp 2 miliar lebih untuk membangunan kembali sebagian sisi bangunan yang hancur," kata Sri kepada wartawan.

Anggaran renovasi itu, kata Sri, akan diusulkan pada APBN Perubahan 2019.

Baca: Napi Rutan Sigli Simpan HP, Kepala Rutan: Tidak Pernah Terendus oleh Sipir

“Mudah-mudahan bisa ditangani pada APBN-P tahun ini, karena kondisi rutan sangat riskan,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke Rutan Sigli, Sri melakukan pengecekan kondisi bangunan yang terbakar. Terutama bangunan yang berada di bagian depan sebagai lokasi perkantoran rutan.

Selain melakukan pengecekan bangunan yang hangus dilahap api, Sri Puguh juga beraudiensi dengan warga binaan. Ia menanyakan pelayan yang diberikan oleh petugas rutan, baik fasilitas pangan, air bersih, dan hunian.

“Semua baik-baik saja bu, cuma kemarin aksi penarikan dispenser oleh sipir berujung protes dari warga binaan,” kata salah seorang napi.

“Jangan baik-baik saja, mentang-mentang ada kepala rutan bersama saya. Karena sejatinya, warga binaan juga wajib mendapatkan haknya selama menjalani pembinaan di rutan,” timpal Sri Puguh.

Usai bincang-bincang, Sri Puguh melanjutkan inspeksi ke ruang dapur. Di sana Ia menemukan nasi dalam ember serta lauk yang masih tersisa dan belum habis dibagikan.

Kok masih ada sisa, belum habis dibagi ya? Ayam sama sayurnya dicampurya? Tapi enak sih, kalian pinter memasak,” pujinya.

Sri Puguh sepat menyorot kondisi lantai dapur yang licin dan kotor. Begitu juga dengan bak mandi yang ada di samping bangunan dapur.

“Jangan dibiarkan licin seperti ini, nanti dibersikan. Dapur itu harus higienis,” timpanya.

Rubrik

Komentar

Loading...