Korupsi Iuran PGRI

Penyidik Tahan Kasubbag Keuangan Dinas Pendidikan Aceh Timur

Penyidik Tahan Kasubbag Keuangan Dinas Pendidikan Aceh Timur

BERITAKINI.CO, Idi | Tim Kejaksaan Negeri Aceh Timur akhirnya menahan Kasubbag Keuangan Dinas Pendidikan Aceh Timur, KD, terkait kasus tindak pidana korupsi penggunaan iuran PGRI Aceh Timur. Tim penyidik kejaksaan kemudian memboyong tersangka ke Banda Aceh usai menjalani pemeriksaan, Senin (14/5/2018).

"Saat ini KD ditahan di Rumah Tahanan Kelas II B Banda Aceh, tepatnya di Gampong Kajhu, Kabupaten Aceh Besar, untuk masa penahanan 20 hari ke depan dan dapat diperpanjang selama 40 hari ke depan," ujar Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Helmi A. Azis, Selasa (15/5/2018).

KD tiba di Banda Aceh sekitar pukul 23.45 WIB dan langsung dititipkan di Rutan Kelas II B Banda Aceh.

Helmi mengatakan KD diduga menggelapkan iuran PGRI, dengan cara memotong langsung dari gaji guru PNS yang bersumber dari APBK Aceh Timur tahun anggaran 2015, 2016 dan tahun 2017.

KD sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi penggunaan iuran PGRI pada 8 Maret 2018 lalu.

Selain itu, kata Helmi, KD juga diduga tersandung sejumlah kasus tindak pidana korupsi lainnya.

"Di antaranya adalah penggelapan dana jasa guree," jelas Helmi.

Helmi mengatakan pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi terkait penggelapan dana jasa guree tersebut. Salah satunya adalah KD.

"Kita lagi mengumpulkan alat bukti guna penetapan tersangka dalam kasus baru ini," kata Helmi.

Menurut Helmi alasan kuat penahanan KD karena tersangka juga diduga terlibat dalam kasus lain. Artinya, tersangka mengulangi tindak pidana dugaan penggelapan dana jasa guree.

Helmi menjelaskan dana jasa guree adalah dana sosial yang dipotong langsung dari gaji guru. Dana tersebut diperuntukkan untuk guru yang meninggal, suami atau istri meninggal atau guru pensiun.

"Namun, diduga KD ada menggunakan dana itu untuk kepentingan dirinya pribadi," pungkas Helmi.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...