Penyebar Berita Bohong Kasus Pencabulan Pimpinan dan Guru Dayah di Lhokseumawe Terancam 10 Tahun Penjara

Penyebar Berita Bohong Kasus Pencabulan Pimpinan dan Guru Dayah di Lhokseumawe Terancam 10 Tahun Penjara

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Penyidik Sat Reskrim Polres Lhokseumawe menjerat tiga tersangka penyebar berita bohong di media sosial sehingga menimbulkan perdebatan terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan pimpinan dan guru dayah di Lhokseumawe dengan undang-undang ITE.

Mereka pun terancam maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar. Para tersangka juga telah ditangkap. Mereka adalah IM (19) mahasiswa, HS (29) petani, dan MA (21) mahasiswa.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang mengatakan, selain menahan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni handphone merek Xiaomi Redmi 4X warna Gold milik tersangka NA, Xiaomi 4A warna hitam milik tersangka IM, dan Samsung Galaxi 7 Frime warna hitam milik HS.

"Pasal pidana yang kita tetapkan Pasal 15 Jo. Pasal 14 Ayat (1) dan (2) tentang Hukum Pidana Subs Pasal 45 A Ayat (2) UU RI No. 11/2008 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nmor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik  (ITE)," papar Indra, Rabu (17/7/2019).

Baca: Sebar Berita Bohong Terkait Kasus Pencabulan Pimpinan dan Guru Dayah, Polisi Tangkap Tiga Orang di Lhokseumawe

Seperti diketahui, ketiga tersangka diduga telah menyebarkan berita bohong di media sosial yang menyebabkan perdebatan terkait kasus pelecehan yang dilakukan oleh pimpinan dayah dan guru terhadap santri baru-baru ini.

"Berita bohong yang mereka sebar seolah-olah mereka tau dan ada polisi yang memberitau kepada mereka bahwa perkara pencabulan tersebut adalah perkara yang dipaksakan untuk dinaikkan," kata Indra T Herlambang. | RIZKITA

Rubrik

Komentar

Loading...