Pengurus BUMK di Aceh Singkil Beli Avanza Bekas untuk Aset Desa, Harganya Capai Rp 195 Juta

Pengurus BUMK di Aceh Singkil Beli Avanza Bekas untuk Aset Desa, Harganya Capai Rp 195 Juta

BERITAKINI.CO, Singkil | Pengurus Badan Usaha Milik Kampong (BUMK) Desa Kuta Batu, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, menggunakan dana BUMK Tahun 2018, untuk membeli satu unit mobil bekas sebagai aset desa.

Ironisnya, dana yang harus dikeluarkan untuk sebuah mobil jenis Toyota Avanza keluaran tahun 2013 mencapai harga Rp 195 juta.

Padahal, jika dilihat di situs jual beli online seperti OLX harga tertinggi untuk sebuah Toyota Avanza keluaran tahun tersebut hanya mencapai Rp 165 juta.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat LSM LIDIK Aceh Singkil, Riduansyah mengatakan, berdasarkan hasil investigasi pihaknya ke Desa Kuta Batu ada kejanggalan dan dugaan mark up harga dalam pembelian mobil aset desa tersebut.

"Ada kejanggalan dan harga pembelian mobil itu di luar kewajaran,” kata Riduansyah kepada BERITAKINI.CO, Sabtu (26/1/2019).

Hasil tinjauan pihaknya di lapangan, kata Riduan, untuk mobil jenis Avanza keluaran tahun itu berkisaran harga Rp 130 juta hingga Rp 140 juta. Karena itu, sambung Riduan, patut diduga pengurus BUMK melakukan mark up untuk mendapatkan keuntungan secara pribadi.

“Mobil itu rencananya akan direntalkan sehingga menghasilkan PAD bagi desa tersebut. Namun proses pembeliannya kita duga tidak sesuai,” kata Riduansyah.

Awalnya, kata dia, pihaknya berencana melaporkan temuan itu ke polisi. Namun hal itu urung dilakukan karena masyarakat setempat lebih dulu membuat laporan ke Polsek Simpang Kanan.

“Kita akan kawal proses ini,” kata Riduansyah.

Terkait dengan hal ini, BERITAKINI.CO belum berhasil mendapat konfirmasi dari Ketua BUMK Desa Kuta Batu.

Mantan Geuchik Gampong Kuta Batu Agunawan, dikonfirmasi BERITAKINI.CO via selularnya juga belum terhubung. Beberapa kali dihubungi wartawan tidak diangkat, padahal handphone yang bersangkutan dalam keadaan aktif.

Terpisah, Camat Simpang Kanan Sofian SH, dikonfirmasi membenarkan bahwa Desa Kuta Batu membeli Avanza tahun 2013 seharga Rp 195 juta dari anggaran BUMK Tahun 2018. Kata dia, pihaknya sempat memanggil Pj Geuchik Kuta Batu Sayuti Nasution, untuk dimintai keterangan terkait pembelian mobil itu.

“Dari keterangannya diketahui pembelian mobil Avanza itu dari usulan mantan geuchik. Berdasarkan keterangan Pj geuchik juga, usulan pembelian mobil Avanza oleh ketua BUMK dan geuchik lama tidak disetuju oleh masyarakat,” kata Sofian.

“Kita tidak bisa menghalangi persoalan ini ditempuh ke jalur hukum oleh pihak - pihak yang merasa dirugikan. Secara pribadi saya sangat mendukung untuk memberikan efek jera kepada pelaku.”

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...