Penas KTNA, Pemko Banda Aceh Ajak Semua Pihak Jaga Citra Daerah

Penas KTNA, Pemko Banda Aceh Ajak Semua Pihak Jaga Citra Daerah
Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin (Foto: Lintas Nasional.com)

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pemerintah Kota Banda Aceh mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga citra Aceh khususnya Kota Banda Aceh di mata para tamu saat pelaksanaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) XV yang akan berlangsung 6-11 Mei 2017 di Stadion Lhong Raya Banda Aceh.

“Semua pihak hendaknya mematuhi peraturan yang telah ditetapkan supaya citra Aceh khususnya Kota Bada Aceh dimata Dunia tidak tercemari,” ujar Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin spada BERITAKINI.CO, Kamis (27/4/2017).

Zainal juga menghimbau kepada masyarakat baik yang berdomisili di Kota Banda Aceh maupun di Aceh Besar agar Jumat (28/4/2017) besok bersama-sama menghadiri gotong royong massal yang juga diikuti oleh semua intansi, termasuk TNI dan Polri.

“Saya berharap kepada seluruh warga kota Banda Aceh bisa ikut serta dalam gotong royong massal itu untuk mengurangi kesan kumuh, dan kotor,” ajaknya.

Menurutnya, selama ini pemerintah sudah sangat maksimal dalam menyukseskan Penas KTNA tersebut, oleh karena itu dia menilai penting untuk mengajak partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan di Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Pihaknya juga menghimbau agar kepada pemilik warung-warung atau restoran agar menuliskan harga yang jelas terhadap menu-menu yang ditawarkan, tujuannya bukan untuk menentukan plafon harga, melainkan untuk memudahkan saat tamu ingin memesan menu di restoran atau kafe-kafe tesebut.

“Agar jangan terkesan kok mahal sekali? atau para tamu-tamu merasa ditipu, padahal selama ini memang segitu harganya. Maka perlu ada harga yang jelas agar tidak muncul fitnah,” ujarnya.

Kepada tukang becak dan pemilik mobil rental dia juga berharap agar mematuhi aturan yang selama ini telah ditetapkan dalam peraturan walikota terhadap harga dan jarak tempuh.

“Kami berharap hendaknya dipatuhi suapaya citra Aceh khususnya Banda Aceh di mata dunia tidak tercemari akibat kesalah kita itu,” ujarnya.(adv)

Komentar

Loading...