Pemkab Pidie Minta Tanah PT KAI Jadi Aset Daerah

Pemkab Pidie Minta Tanah PT KAI Jadi Aset Daerah

BERITAKINI.CO, Sigli | Pembangunan Masjid Al Falah Sigli, Kabupaten Pidie, terus dikebut penyelesaiannya. Tahun ini, pemerintah kembali menganggarkan sekitar Rp 10 miliar untuk meneruskan pembangunan di lantai dua.

Masjid yang akan menjadi ikon Kebupaten Pidie tersebut mulai dikerjakan sejak tahun 2015 lalu, dan sudah menelan anggaran hingga Rp 60 miliar lebih.

Sayangnya, meski bangunan megah tersebut sudah didirikan, pemerintah setempat ternyata belum mendapatkan persetujuan pengalihan aset tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi aset Pemerintah Kabupaten Pidie.

Saat bertemu Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Sofyan A Djalil di Meuligoe, Bupati Pidie Roni Ahmad meminta agar Sofyan Djalil menyampaikan permohonan kepada Presiden Joko Widodo, agar tanah pendirian Masjid Al-Falah Sigli dapat diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Pidie.

Tanah seluas satu hektar lebih tersebut sebelumnya merupakan kompleks perumahan pegawai PT KAI (Persero), kemudian lokasi tersebut direlokasi dan dialihkan menjadi lokasi pembangunan masjid.

"Kami mohon dukungan pak menteri untuk disampaikan kepada bapak Presiden Joko Widodo, agar menghibahkan tanah pembangunan Masjid Al-Falah menjadi milik Pemerintah Kabupaten Pidie," kata Roni Ahmad, Rabu (13/3/2019) malam, di sela-sela penyerahan 7500 lembar sertifikat gratis Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) 2018 secara simbololis kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Roni Ahmad menyerahkan nota permohonan hibah tanah tersebut kepada Sofyan A Djalil.

Menanggapi permintaan Pemerintah Kabupaten Pidie, Sofyan A Jalil mengatakan, sekembalinya dari Aceh Ia akan menyampaikan permohonan tersebut kepada Presiden Joko Widodo.

"Nanti akan saya sampaikan permohonan ini," ucapnya.

Rubrik

Komentar

Loading...