Pelihara Kucing Turunkan Risiko Serangan Jantung, Benarkah?

Pelihara Kucing Turunkan Risiko Serangan Jantung, Benarkah?
Ilustrasi kucing peliharaan.

BERITAKINI.CO | Kabar gembira bagi para pecinta kucing. Sebuah riset menyebut, memelihara kucing dapat menurunkan risiko kematian akibat serangan jantung dan penyakit kardiovaskular, termasuk stroke.

Riset ini dilakukan sejak tahun 2009 dan telah diterbitkan dalam Journal of Vascular and Interventional Neurology.

Menurut pemimpin riset, memelihara kucing dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular pada individu yang berisiko tinggi.

Psikolog klinis berlisensi, Melanie Greenberg menyebut, memeluk kucing juga bisa meredakan gejala kecemasan.

"Mengelus kucing dapat melepaskan oksitosin, hormon ikatan atau 'bahan kimia pelukan' yang dapat mengurangi stres," ucap dia.

Dalam sebuah studi, ketika merasakan bahagia saat membelai kucing, tingkat stres akan berkurang. Tekanan darah pemilik kucing pun akan jadi lebih rendah.

Penelitian dari University of Minnesota juga mengklaim orang-orang yang tidak memelihara kucing memiliki risiko 40 persen terkena serangan jantung.

Lalu, bagaimana jika kita memiliki alergi terhadap hewan berbulu? Mereka yang alergi pada hewan berbulu biasanya merasa gatal, mata tiba-tiba merah atau mendadak bersin ketika memegangnya. Namun, jika kita ingin memeliharanya, kita bisa melakukan hal-hal berikut ini: Jangan bolehkan hewan berbulu masuk kamar atau bermain di sofa atau tempat duduk lainnya.

Gunakan lantai berubin atau kayu, jangan gunakan karpet. Bersihkan furnitur dengan vacuum cleaner yang memiliki HEPA filter dan gunakan HEPA air purifier untuk membunuh kutu. Minta tolong seseorang, teman, pasangan, atau keluarga yang tidak memiliki alergi untuk membersihkan peliharaan secara teratur di luar rumah.

Mandikan peliharaan seminggu sekali. Bicarakan dan konsultasikan dengan dokter tentang penanganan dan perawatan alergi yang dimiliki. | Kompas. com

Rubrik

Komentar

Loading...