Pelecehan Anak di Bawah Umur, Polisi Tangkap Pimpinan dan Guru Dayah di Lhokseumawe

Pelecehan Anak di Bawah Umur, Polisi Tangkap Pimpinan dan Guru Dayah di Lhokseumawe

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Sat Reskrim Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap kasus pelecehan seksual terhadap lima santri Pasantren An-Nahla di Kota Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan didampingi Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang mengatakan, pelaku pelecehan pimpinan dan guru di pesantren itu sendiri. Mereka masing-masing AI (45) dan MY (26).

"Sebagian besar santri yang jadi korban adalah anak di bawah umur, mulai dari umur 13 tahun dan 14 tahun," ungkap Indra T Herlambang, Kamis (11/7/2019).

Hasil pemeriksaan, sudah 15 orang yang teridentifikasi, tetapi saat ini baru lima santri yang melapor dan sudah diperiksa.

Lanjutnya, kasus pelecehan ini sudah terjadi sejak September 2018.

"Awal mula kasus tersebut terungkap berawal salah satu santri melapor ke salah satu pembantunya, dan pembantunya melapor ke orang tuanya, karena orang tuanya tidak terima dan melapor ke polisi," kata Ari.

Menurut pengakuan korban, pelaku melakukan hal tersebut di kamar pimpinan, dengan modus menyuruh santri membersihkan kamar pelaku dan menyuruh menginap di kamarnya.

Selain itu, polisi juga telah mendengar keterangan dari psiskolog, bahwa santri mengalami trauma dan ketakutan.

Polisi menghimbau seluruh orang tua wali untuk melaporkan jika memang anaknya juga mengalami pelecehan.

Sementara pelaku disangkakan telah melanggar Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

"Ancaman pidana cambuk paling banyak 90 kali, atau denda paling banyak 900 gram emas murni, atau penjara paling lama 90 bulan," kata Ari. | RISKITA

Rubrik

Komentar

Loading...