Pansus I DPRA Pantau Proyek DKP Aceh Rp 17,3 Miliar di Lampulo, Begini Temuannya

Pansus I DPRA Pantau Proyek DKP Aceh Rp 17,3 Miliar di Lampulo, Begini Temuannya
Tim Pansus I DPRA meninjau realisasi proyek-proyek tahun 2018 di PPS Lampulo, Banda Aceh | Foto: BERITAKINI.CO/A. Putra

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pansus I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mulai melakukan peninjauan terhadap realisasi proyek-proyek 2018.

Siang tadi, Senin (8/7/2019), tim Pansus meninjau realisasi proyek senilai total Rp 17,3 miliar di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS), di kawasan Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Proyek-proyek Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Aceh itu terbagi menjadi 11 paket. Ketua Pansus I DPRA Teuku Ibrahim mengatakan, dari 11 paket yang terdapat di PPS Lampulo tersebut, ada satu paket yang diduga tidak memenuhi volume yaitu paket Pengerukan Kolam Labuh PPS Lampulo dengan nilai kontrak Rp 6,1 miliar.

“Ini perlu diukur oleh pihak yang terkait untuk memastikan mencukupi volumenya, apakah pengerukan dan urukannya mencukupi atau tidak dan ini perlu diukur,” kata Ibrahim pada BERITAKINI.CO di lokasi. 

Tim Pansus I DPRA saat meninjau realisasi proyek-proyek di PPS Lampulo, Banda Aceh, Senin (8/7/2019) | Foto: BERITAKINI.CO/A. Putra

Sementara itu anggota Pansus I DPRA Musanif mengatakan finishing proyek-proyek di PPS Lampulo tampak tidak rapi, dan mereka meminta pihak terkait terutama DKP Aceh untuk menyeleselaikanya.

“Menurut laporan yang kita terima dari kepala UPTD PPS Kutaraja semua proyek ini masih dalam masa pemeliharaan, jadi kita minta untuk diselesaikan dengan baik dan kita minta pihak rekanan melalui DKP untuk merapikan bangunannnya,” kata Musanif.

Ketua Pansus I DPRA Teuku Ibrahim saat meninjau proyek urukan di PPS Lampulo | Foto: BERITAKINI.CO/A Putra

Selanjutnya, kata Musanif, realisasi proyek-proyek di PPS Lampulo juga terkesan buruk dari segi perencanaan, seperti perencanaan soal pasokan air, dan pasokan listrik yang belum tercukupi.

“Perencaaannya terkesan cilet-cilet, tidak merencanakan dengan baik terutama pasokan air dan listrik yang tidak mencukupi dan ini dikeluhkan oleh pihak investor yang sudah menanamkan modalnya di kawasan PPS Lampulo,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...