Panitia Muprov Kadin Aceh Syaratkan Calon Ketua Setor Uang Hangus Rp 1 Miliar

Panitia Muprov Kadin Aceh Syaratkan Calon Ketua Setor Uang Hangus Rp 1 Miliar
Gedung Kadin Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Panitia Pendaftaran Calon Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Aceh mensyaratkan peserta yang mencalonkan diri untuk memberi kontribusi senilai Rp 1 miliar. Dana dihitung hangus atau tidak dikembalikan baik jika peserta itu terpilih atau gagal.

Ketua Panitia Penerima Pendaftaran Muhammad Mada mengatakan, musyawarah provinsi (muprov) Kadin Aceh dijadwalkan akan digelar pada 18-20 Juni 2019 di Banda Aceh.

Panitia sendiri telah membuka masa pendaftaran sejak sebulan lalu. Total ada tiga syarat yang diajukan panitia--termasuk uang hangus Rp 1 miliar--yakni, tercatat sebagai anggota biasa Kadin aktif tahun 2019; dan pernah menjadi pengurus atau sedang dalam kepengurusan berjalan Kadin, atau asosiasi/himpunan yang masih terdaftar dan aktif sebagai anggota luar biasa Kadin Aceh tahun 2019.

Hingga Selasa (11/6/2019), baru dua calon yang mendaftar masing-masing Said Isa dan Makmur Budiman. “Satu orang lainnya baru sebatas mengambil formulir,” kata Muhammad Mada.

Tentang uang hangus yang syaratkan panitia, Ketua Caretaker Kadin Aceh Teuku Zulham mengatakan hal itu bergantung pada kesepakatan panitia muprov.

“Ada SC dan OC, jadi ditentukan berdasarkan besaran kebutuhan anggaran untuk (muprov) kegiatan itu,” kata Teuku Zulham, Selasa (11/6/2019).

Namun menurut Zulham, kelengkapan administrasilah yang menjadi syarat fundamental dalam proses pendaftaran tersebut.

“Kalau kontribusi uang itu tentu bisa dibicarakan dengan panitia. Apakah itu keharusan. Tapi di sejumlah daerah memang menerapkan itu, ada yang Rp 700 juta juga,” katanya.

Menurut Zulham, dalam AD/ART, memang kontribusi uang itu tidak menjadi keharusan. Namun tak bisa diabaikan bahwa ada biaya besar yang timbul untuk pelaksanaan muprov tersebut, seperti sewa gedung, bayar konsumsi dan sebagainya.

“Jadi besaran itu dibebankan ke calon, dan dengan kebutuhan yang ada, saya liat itu wajar. Apalagi memang sudah kesepakatan panitia, jadi saya ikut saja,” katanya.

Zulham memahami, bisa saja tidak semua bakal calon memiliki kapasitas finansial, namun memiliki potensi dan dedikasi untuk membesarkan organisasi.

“Jadi besaran memang saya rasa bisa dibicarakan dengan panitia,” katanya.

Sementara Muhammad Mada mengatakan, syarat kontribusi uang bagi calon ketua Kadin Aceh itu sesungguhnya syarat resmi dan diatur dalam Anggaran Dasar organisasi. “Diterjemahkan lagi dalam Peraturan Organisasi, jadi memang ada aturan di Kadin yang membolehkan itu,” katanya.

Dana itu, kata Muhammad Mada, harus sudah disetorkan ke rekening Kadin Aceh dengan menunjukkan bukti setor saat para kandidat mengembalikan formulir pada 16 Juni 2019 mendatang.

Adapun dana kontribusi tersebut, kata Muhammad Mada, nantinya akan digunakan untuk pelaksanaan muprov. “Jika pun ada kelebihan dana, nanti akan dikembalikan ke rekening Kadin ketua terpilh untuk dana operasional,” katanya.

Muhammad Mada mengatakan, panitia memang ingin membuat muprov itu semeriah mungkin. Ini untuk kembali mengangkat nama Kadin Aceh yang dianggap telah vakum selama lima tahun terakhir.

Lantas jika ada calon yang tidak memiliki kemampuan finansial sebesar itu? “Kadin inikan lembaga dunia usaha, banyak mendampingi pemerintah keluar negeri, kan tidak mungkin meminta biaya dari pemerintah. Karena itu ketua Kadin memang harusnya sosok yang telah selesai dengan persoalan finansial itu,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...