Pakai Ijazah Palsu, Pria ini Berhasil Jadi Karyawan PDAM di Singkil sejak 2014

Pakai Ijazah Palsu, Pria ini Berhasil Jadi Karyawan PDAM di Singkil sejak 2014
Ilustrasi Net

BERITAKINI.CO, Singkil | JM, oknum karyawan di PDAM Tirta Singkil, Cabang Simpang Kanan, diduga menggunakan ijazah palsu untuk bisa menjadi karyawan di perusahaan air minum tersebut. 

Dugaan menggunakan ijazah palsu itu sudah lama beredar di kalangan wartawan, dan juga para karyawan di jajaran perusahaan daerah tersebut. Menariknya, pemalsuan ijazah ini disebut-sebut melibatkan petinggi di PDAM itu sendiri.

Hal ini terungkap diduga bermula dari Nuridah yang meradang karena JM kerap mengajak suaminya berinisial LF (53), yang tak lain adalah Kepala Cabang PDAM Simpang Kanan, Aceh Singkil, untuk berbuat hal-hal aneh.

Belakangan diketahui LF telah mengajukan cerai terhadap Nuridah di Mahkamah Syariah setempat.

Dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Nuridah membenarkannya. Ia mengaku kesal dan menuding JM sebagai penyebab retaknya mahligai rumah tangga mereka.

“Saya geram terhadap JM yang selalu membawa suami saya kemana-mana, terkadang ke kafe bergabung dengan perempuan lain. Sehingga suami saya mengajukan permohonan cerai ke pengadilan,” kata Nuridah, Sabtu (23/2/2019).

Namun Ia membantah menyebarkan informasi tersebut karena suaminya mengajukan cerai. Kata dia, informasi itu telah Ia sampaikan ke teman-temannya jauh sebelum gugatan cerai didaftar oleh suaminya ke Mahkamah Syariah Singkil.

Kata Nuridah, LF mengajukan permohonan cerai ke Mahkamah Syariah Singkil pada 7 Januari 2019 lalu.

“Dia menceraikan saya dengan dalih karena saya selalu menuduhnya selingkuh, dan mabuk–mabukan. Hingga saat ini kami sudah dua kali sidang," katanya.

Dikonfirmasi BERITAKINI.CO, JM membenarkan bahwa ijazah yang digunakan sebagai syarat administrasi saat diangkat sebagai pegawai di PDAM itu palsu.

"Benar, ijazah saya memang palsu, saya tak bisa mengelak lagi karena sudah banyak yang tahu," aku JM saat ditemui di kediamannya di Desa Kain Golong, Kecamatan Simpang Kanan.

Saat itu, kata dia, atasannya LF menyampaikan bahwa akan ada pengangkatan karyawan dan memintanya untuk melengkapi berkas. Ia mengaku saat itu mengelak untuk mengurus karena sadar tidak memiliki ijazah SMA sederajat.

“Saya tidak ikut pak, karena saya tidak ada Ijazah SMA," kata JM menceritakan.

Tiba-tiba, kata dia, LF menyodorkan ijazah atas nama dia.

“Saat itu saya tidak tahu, tiba-tiba sudah ada ijazah atas nama saya. Saya sempat menanyakan apa tidak menjadi masalah nanti, beliau menjawab ‘Udah lah, soal dari mana itu urusan saya, yang penting bagaimana pun kamu bisa menjadi PNS,” ujar JM meniru ucapan LF kala itu.

Terpisah, LF dikomfirmasi BERITAKINI.CO awalnya mengelak dan membantah jika ijazah JM palsu. Namun, akhirnya Ia mengakui setelah disebutkan BERITAKINI.CO telah mendapat pengakuan dari JM.

"Ya benar, ijazahnya palsu. Saya kasihan sama dia karena pekerja keras dan sudah lama mengabdi di PDAM. Itu makanya saya perjuangkan dia untuk PNS," kata LF.

Kata dia, ijazah merupakan fotocopy ijazah milik orang lain yang dia palsukan dan mengganti dengan nama JM dan dilegalisir basah.

Saat ditanya asal sekolah, LF enggan memberitahukannya. "Yang pasti di wilayah Aceh Selatan sana," kata LF singkat.

Rubrik

Komentar

Loading...