Octowandi Ancam Pailitkan Hermes Palace Banda Aceh

Octowandi Ancam Pailitkan Hermes Palace Banda Aceh
Octowandi

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Mantan General Manager (GM) Hermes Palace Hotel Banda Aceh Octowandi mengancam akan mengajukan gugatan pailit terhadap badan hukum hotel tersebut ke Pengadilan Niaga Medan.

Hal itu dilakukan apabila Hermes Palace Hotel Banda Aceh tak segera membayar semua hak-hak Octowandi, setelah dia di PHK beberapa tahun lalu.

Dalam siaran persnya, Octowandi mengatakan, Mahkamah Agung telah menolak upaya peninjauan kembali (PK) yang diajukan Hermes Palace Hotel sekaligus menghukum hotel tersebut untuk membayar hak-hak mantan GM-nya itu.

“Kasus ini sudah berkuatan hukum tetap atau inkracht. Saya pada prinsipnya berharap pihak  Hermes Palace Hotel Banda Aceh sadar hukum dan beritikat baik untuk menyelesaikan hak-hak saya,” kata Octo.

Namun, kata Octo, jika dalam tempo waktu tertentu berdasarkan hukum yang berlaku, Hermes Palace Hotel Banda Aceh tidak berinisiatif dan atau beritikad baik untuk menyelasikan hak-haknya, maka dia akan menempun langkah-langkah hukum berikutnya.

“Saya akan ajukan pailit Badan Hukum Hermes Palace Hotel Banda Aceh tersebut ke Pengadilan Niaga di Medan melalui kuasa hukum saya,” katanya.

Menurut Octo, langkah hukum ini penting sebagai pembelajaran bagi semua perusahaan yang ada di Aceh agar tidak semena-mena memutuskan hubungan kerja kepada karyawannya.

Karena ada hak-hak karyawan yang harus dipenuhi oleh perusahaan apabila melakukan PHK sepihak, apalagi sudah memiliki kekuatan hukum tetap tingkat peradilan paling tertinggi yakni PK di Mahkamah Agung RI.

Sementara Kuasa Hukum Octowandi, Muhammad Arnif mengatakan, mereka telah melakukan upaya hukum melalui Pengadilan Negeri Banda Aceh untuk meminta Hermes Palace Hotel Banda Aceh segera menyelesaikan hak-hak kliennya yakni membayar pesangon, uang penggantian hak dan lainnya sesuai putusan yang sudah final dan berkekuatan hukum tetap. Namun Muhammad Arnif tak mengatakan berapa nilai yang harus dibayar Hermes Palace Hotel tersebut.

Sementara berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 395 K/Pdt.Sus-PHI/2016, Hermes Palace Hotel Banda Aceh dihukum untuk membayar hak-hak Octowandi senilai Rp 445.500.000, yang merupakan akumulasi dari uang pesangon, penghargaan masa kerja, uang pengganti hak, dan upah proses.

“Kami berharap niat dan itikad baik dan sadar hukum dari pihak Hermes Palace Hotel Banda Aceh, sehingga tidak berlarut-larut dan merugikan klien kami padahal diketahui Hermes Palace Hotel merupakan hotel mewah di Aceh yang tentunya sangat mampu untuk melaksanakan kewajiabannya tersebut,” katanya.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...