Nasib KKR Aceh, Fajran Zein: Isu Berkembang, Irwandi Termasuk Orang yang Kurang Setuju

Oleh ,
Nasib KKR Aceh, Fajran Zein: Isu Berkembang, Irwandi Termasuk Orang yang Kurang Setuju

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh belum juga bisa menunjukkan eksistensinya meski lembaga ini telah cukup lama dibentuk, lengkap dengan komisionernya.

Komisioner KKR Aceh Fajran Zein mengatakan, rendahnya political will pemerintah Aceh, menjadi salah satu pangkal persoalan yang membuat lembaga ini tak bisa bekerja.

Menurut dia, sas-sus yang berkembang di masyarakat, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf adalah orang yang kurang setuju dengan pembentukan KKR di Aceh.

“Nasib KKR di pemerintahan hari ini masih remang-remang, apakah ada political will atau tidak. Karena memang isu yang berkembang, Irwandi termasuk orang yang kurang setuju dengan KKR,” katanya pada BERITAKINI.CO, Senin (10/7/2017).

Fajran membandingkan pemerintah saat ini dengan pemerintah Zaini Abdullah. Menurut dia, saat Aceh dipimpin Zaini Abdullah, masih terasa adanya kemauan politik untuk menjalankan KKR di Aceh. "Meski tak terlalu besar juga," katanya.

Para komisioner, kata Fajran, masih memiliki optimisnme dan akan melakukan berbagai upaya untuk mendorong political will pemerintah terhadap KKR.

Mereka  bahkan berencana untuk menemui Irwandi Yusuf secara resmi guna menanyakan kebijakan Pemerintah Aceh terhadap KKR.

“Kami ingin memastikan isu yang berkembang terhadap nasib KKR tersebut. Karena, kalau isu yang kami dengar dari lingkaran orang Irwandi, benar bahwa beliau tidak setuju dengan KKR, maka ini akan ribet jadinya,” katanya.

Tapi dia berharap bahwa rumor itu tidak benar dan Irwandi adalah orang yang ikut mendukung KKR.

Karena, katanya, KKR adalah mandat dari MoU Helsinki dan dia juga tahu bahwa Irwandi Yusuf adalah orang yang dekat dengan rakyat.

“Beliau adalah orang yang merakyat dan juga dekat dengan korban konflik. Aneh jika beliau tidak mendukung KKR,” katanya.

Di samping Itu, Fajran juga mengungkapkan bahwa saat ini komisioner KKR Aceh sudah berkurang satu orang, setelah Muhammad MTA memutuskan untuk mengundurkan diri karena terlibat di Partai Nanggroe Aceh (PNA).

“Di internal KKR sudah kita bicarakan bahwa hal ini melanggar ketentuan qanun, kemudian kita meminta Muhammad MTA untuk memilih apakah di partai atau KKR, dan beliau memilih di partai. Namun belum ada surat resminya,” katanya.(*)

 

LOKER BERITAKINI

Komentar

Loading...