Nama-nama Pejabat BPKS yang Dicopot Sayid Fadhil Dalam Pusaran Kasus Korupsi

Nama-nama Pejabat BPKS yang Dicopot Sayid Fadhil Dalam Pusaran Kasus Korupsi
(Dari kiri) Hari Indrawan, T Harri Kurniansyah, Rendra Herdiansyah, dan Makkinuddin.

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sejumlah nama mantan pejabat BPKS kini masuk dalam radar aparat penegak hukum. Baik sebagai terduga pelaku maupun saksi dalam sejumlah kasus dugaan korupsi. Beberapa di antaranya merupakan mantan pejabat yang terkena skema mutasi pada Mei 2018 lalu.

Baca: Sayid Fadhil Lantik Sejumlah Direktur BPKS, Ini Orangnya

Mereka di antaranya adalah T Harri Kurniansyah, Hari Indrawan, Rendra Herdiansyah, dan Makkinuddin.

T Harri Kurniansyah saat ini sedang terbelit kasus dugaan korupsi Review Design Terminal Pelabuhan Balohan Tahun Anggaran 2016. Saat itu, dia menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pembangunan Kawasan sekaligus PPK Perencanaan dan Pembebasan Lahan BPKS. Saat ini Kejari Sabang sedang menunggu hasil perhitungan kerugian negara atas kasus tersebut.

Baca: Dugaan Korupsi Review Design Terminal Pelabuhan Balohan, Ada Nama Mantan Pejabat BPKS yang Dicopot Sayid Fadhil

Sementara Hari Indrawan masuk dalam radar penyidik Polda Aceh. Informasi yang diperoleh BERITAKINI.CO, hari ini, dia dan Rendra Herdiansyah dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas dugaan pat gulipat pada tender Peningkatan Jalan Blang Situngkoh–Lampuyang, Pulo Aceh, Aceh Besar Tahun 2018 senilai Rp 5,9 miliar. Besok, Makkinuddin juga dijadwalkan akan diperiksa untuk kasus yang sama.

Seperti diketahui, proyek Peningkatan Jalan Blang Situngkoh–Lampuyang itu dimenangkan PT Usaha Sejahtera Manikam. Namun pada pelaksanaannya, perusahaan ini terindikasi melakukan eksploitasi galian C ilegal di Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh. Direktur PT Usaha Sejahtera Manikam juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Baca: Usai Diperiksa 8 Jam di Polda Aceh, Direktur PT Usaha Sejahtera Manikam Ditahan

Kasus galian C ilegal ini diduga memiliki benang merah dengan kasus lainnya. Di mana diketahui, material galian C itu diduga digunakan untuk bahan baku pembangunan jalan yang diproses melalui Aspal Mixing Plant (AMP) yang juga milik perusahaan itu.

Tapi lagi-lagi diketahui, izin AMP PT Usaha Sejahtera Manikam juga telah kadaluarsa sejak 2016.

Baca: Tak Hanya Galian C, Izin AMP PT Usaha Sejahtera Manikam Juga Sudah Mati

Anehnya, perusahaan ini justru bisa memenangkan lelang di BPKS meski diduga tak cukup syarat yakni dukungan AMP yang memiliki izin. Dari sini dugaan rasuah itu mencuat. Pada saat itu, Hari Indrawan menjabat sebagai Ketua Pokja BPKS, Rendra sebagai Ketua ULP, dan Makkinuddin sebagai PPK.

Baca: Polda Aceh Panggil Sejumlah Pejabat BPKS Terkait Dugaan Pat Gulipat Proyek Jalan Rp 5,9 Miliar di Pulo Aceh

Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Aceh Kompol Guntur membenarkan jika saat ini penyidik telah memanggil sejumlah mantan pejabat di BPKS sebagai saksi.

"Iya, ada dugaan kong kalikong, karena itu terus kita dalami. Mereka dipanggil untuk saksi tindak pidana minerba, tapi pemeriksaan nanti akan didampingi unit dari tipikor," katanya.

Rubrik
Iklan Sabang Merine

Komentar

Loading...