Mucikari PSK yang Ditangkap di Abdya Terancam 100 Kali Cambuk

Mucikari PSK yang Ditangkap di Abdya Terancam 100 Kali Cambuk

BERITAKINNI.CO, Banda Aceh | Mucikari PSK yang diamankan oleh Satpol PP dan WH Aceh Barat Daya beberapa waktu lalu, dijerat dengan Qanun Jinayah.

Wanita berinisial ROS, warga Simeulue tersebut terancam dicambuk sebanyak 100 kali cambukan di depan umum.

"Senin kemari SPDPnya sudah kami kirim ke Jaksa," kata penyidik Satpol PP dan WH Abdya Delvan, kepada BERITAKINI.CO, Rabu (19/9/2018).

Baca: Ungkap Prostitusi di Abdya, Petugas Amankan Tiga Mucikari dan Empat PSK

Kata Delvan, Mama Ros terbukti menlanggar Pasal 333 Ayat 3 Jo Pasal 25 Ayat 2 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014. "Dia ini mucikari dan PSK," kata Delvan.

Rencananya, kata dia, berkas Mama Ros akan dikirim ke jaksa dalam beberapa hari kedepan.

Baca: Mucikari Beberkan Tempat PSK Layani Pria Hidung Belang di Abdya

"Kamis atau jumat berkasnya kita limpahkan ke jaksa. Nanti tinggal kita tunggu hasil dari jaksa apakah sudah P@! atau P19," sebutnya.

Sementara itu, enam PSK yang sebelumnya diamankan oleh petugas WH sudah dikembaikan ke keluarga yang menjaminnya.

Kata Delvan, enam PSK itu dikembalikan karena pihaknya tidak cukup bukti untuk meningkatkan ke tahap penyidikan.

"Kita tidak berani menetapkan tersangka karena tidak cukup bukti. Perbuatan asusila mereka terbukti, namun tidak ada pasangannya," kata Delvan.

Meski telah dikembalikan, kata Delvan, sewaktu-waktu pihaknya bisa memanggil kembali enam PSK itu jika telah memenuhi bukti.

"Saat ini kita terus melakukan pengembangan dan mencari bukti baru. Sudah ada yang kita panggil sebagai saksi, tapi keberatan dan tidak mengakui," kata Delvan.

Sebelumnya, petugas Wilatul Hisbah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengamankan sejumlah wanita terkait pengungkapan praktik prostitusi di wilayah itu.

Dari sejumlah wanita yang diamankan, tiga diantaranya diduga sebagai mucikari. Sementara empat lainnya adalah pekerja seks komersial (PSK).

Mucikari yang diamankan masing-masing ROS, warga Simeulue, RD dan ER warga Aceh Barat Daya. Sementara wanita diduga sebagai PSK, masing-masing, DR, NR dan DN.

Diketahui, mereka menggunakan sejumlah wisma sebagai tempat untuk melayani pria hidung belang.

Rubrik

Komentar

Loading...