MPU Simpulkan Pengajian Abi Yahya Mengarah ke Penyimpangan Tauhid

MPU Simpulkan Pengajian Abi Yahya Mengarah ke Penyimpangan Tauhid
Abi Yahya Jeunib (kiri)

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh menyimpulkan bahwa pengajian yang disampaikan Abi Yahya Sulaiman atau Abi Yahya Jeunib mengarah ke penyimpangan tauhid dan pedangkalan aqidah.  Sehingga pengajian itu harus dihentikan.

Meski hal itu tak masuk ke dalam penistaan agama sehingga penanganan permasalahan ini dilimpahkan kepada Satpol PP/WH Kota Banda Aceh.

Hal ini merupakan kesimpulan musyawarah MPU yang berlangsung siang tadi di kantor MPU Kota Banda Aceh.

Sidang dipimpin Ketua MPU Kot Banda Aceh Tgk H Damahuri Basyir, hadir juga Ustaz Fahmi Sofyan, Tgk Tu Bulqaini, Kapolsek Syiah Kuala AKP Edi Saputra, Mukim Kecamatan Syiah Kuala, dan Abi Yahya Jeunib.

Dalam pertemuan itu, Abi Yahya Jeunib mengaku telah mengalami kematian sebanyak tujuh kali dengan kematian terakhir dia bertemu dengan Allah dan berjumpa dengan Rasulullah sebanyak 22 kali.

Selain itu, dia juga mengaku telah didatangi Abu Bakar yang diperintahkan oleh Syeikh Abdurrauf supaya bertaubat.

"Yang bersangkutan juga mengaku tidak pernah belajar ilmu pengetahuan agama dan tidak pernah mengajar. Dia mendapat ilmu melalui Ilham saja, kemudian mengajarkannya ke masyarakat awam," kata Kapolresta Banda Aceh melalui Kapolsek Syiah Kuala Edi Saputra yang dikonfirmasi BERITAKINI.CO.

Sementara, Ustadz Fahmi Sofyan dalam penyampaiannya mengatakan, pengajian Abi Yahya untuk wilayah Kota Banda Aceh belum dikenal dan untuk menghindarkan ekses dan konflik dalam masyarakat sebaiknya dihentikan.

“Mengajarkan orang lain tanpa adanya ilmu adalah sesat dan menyesatkan, maka tidak dibenarkan dalam Islam.”

Sementara Tgk Tu Bulqaini menyampaikan pendapatnya bahwa berdasarkan data audio dan video yang tersebar di Youtube, ceramah Abi Yahya tersebut membahayakan. Karena apa yang disampaikan tidak bisa ditemukan dalilnya.

Namun Tu Bulqaini menilai kasus Abi Yahya bukan kategori penodaan agama tetapi lebih kepada pendangkalan aqidah dan penanganannya diserahkan kepada Satpol PP/WH Kota Banda Aceh.

Seperti diketahui, pengajian Abi Yahya di Makam Syiah Kuala dihentikan warga pada Rabu malam (7/8/2019).

Baca: Polisi Amankan Pimpinan Pengajian di Makam Syiah Kuala

Informasi dari Mukim Kecamatan Syiah Kuala pengajian itu mengandung penyimpangan dan berpotensi menimbulkan konflik. Di mana di salah satu video ceramah Abi Yahya yang terdapat di Youtube, yang bersangkutan menyebutkan bahwa para santri yang mondok di dayah dianggap kafir.

“Maka dengan tuduhan inilah masyarakat marah sehingga ingin menyerang Abi Yahya. Dan polisi langsung mengalakukan pengamanan,” kata Edi Saputra.

Rubrik

Komentar

Loading...