Miris, Gaji Geuchik di Pidie Masih Jauh dari UMR

Miris, Gaji Geuchik di Pidie Masih Jauh dari UMR

BERITAKINI.CO, Sigli | Pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan di desa melalui penyaluran dana desa. Sayangnya, anggaran besar tersebut belum menyentuh kesejahteraan perangkat desa, terutama gaji kepala desa.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Pidie, gaji aparatur gampong masih jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR) yang ditetapkan Pemerintah Aceh Rp 2,7 juta.
Padahal, tugas dan tanggung jawab aparatur gampong sangat besar seiring bergulirnya Anggaran Dana Gampong (ADG).

Ketua Majelis Mukim Kabupaten Pidie, Zamah Sari mengatakan, saat ini gaji untuk para geuchik di Pidie dianggarkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) melalui dana shering APBG Rp 1 juta per bulannya. Sedangkan untuk sekretaris Rp 500 ribu dan para kepala urusan (Kaur) Gampong Rp 200 ribu setiap bulannya.

Zamah Sari mengaku prihatin dengan nasib para geuchik di Kabupaten Pidie. Dimana kerja dan tanggung jawabnya dalam menjalan tugas sangat berat apalagi mengelola dana desa yang jumlahnya hampir Rp 1 miliar.

"Mempunyai tugas memberikan pelayanan kepada warga dan juga sebagai pengelola anggaran gampong, sangat tidak cocok dengan upah hanya cukup sebungkus rokok perhari, " kata Zamah Sari, Senin (15/4/2019).

Kondisi tersebut, tambah Zamah Sari, kerap membuat kebocoran anggaran dana desa, karena harus terterpakai untuk pengeluaran yang tidak terduga. Kejadian itu tentunya kerap menyeret kepala pemerintahan desa ke ranah hukum.

"Jika pemerintah kabupaten tidak memperhatikan jerih geuchik, dikhawatirkan banyak kepala desa tersangkut masalah dengan hukum, ujung-ujungnya roda pemerintahan desa tidak jalan," kata Zamah Sari.

Untuk menimalisir persoalan di gampong, Zamah Sari meminta Pemerintah Pidie memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan aparatur gampong.

“Bila hak dan kesejahteraan mereka terpenuhi, baru meminta tanggung jawabnya dalam menjalankan tugas yang merupakan kewajiban mereka. Peningkatan jerih geuchiek juga sebagai bentuk peningkatan kesejahteraan aparatur gampong,” ujarnya.

Rubrik

Komentar

Loading...