Minim Peralatan Medis, Kisah Dokter Operasi Pasien Pakai Onderdil Mobil Ini Bikin Haru

Minim Peralatan Medis, Kisah Dokter Operasi Pasien Pakai Onderdil Mobil Ini Bikin Haru

SUDAN Selatan merupakan salah satu wilayah rawan konflik. Kerusuhan yang terus terjadi di wilayah tersebut sangat meresahkan masyarakat. Kehidupan rakyat Sudan Selatan pun sangat memprihatinkan karena berbagai fasilitas, khususnya medis yang amat minim.

Meski fasilitas medis tidak memadai, seorang dokter di Sudan Selatan nekat melakukan operasi. Operasi tersebut dilakukan dalam kondisi darurat untuk menyelamatkan nyawa pasien. Sebab, sada sekitar 50 pasien yang harus dioperasi setiap pekan.

Meski sangat berisiko, dokter bernama Evan Atar Adahar, nekat melakukan operasi untuk para pasiennya. Dikutip dari Mirror, Jumat (5/10/2018), minimnya persediaan obat bius membuatnya seringkali memakai ketamine yang cukup berbahaya untuk membius pasien. Dia bahkan sering mengandalkan onderdil mobil saat melakukan operasi karena minimnya peralatan.

"Saya harus mengambil sekrup dari mobil untuk melancarkan operasi. Kami juga sering memakai kail pancing sebagai pengganti jarum. Kami tidak boleh menyerah dalam kondisi terjepit," kata Atar.

Evan Atar Adahar sering mengutak-atik onderdil mobil untuk dipilah yang sekiranya bermanfaat saat operasi. Kehidupan di Sudan Selatan yang sangat menyedihkan itu tak membuat sang dokter menyerah dan menghentikan tugasnya. Baginya, mengobati pasien adalah kewajiban sekaligus panggilan jiwa.

Baca juga : Polisi Temukan Ladang Ganja Seluas 7 Hektare

"Anda harus belajar bertahan dan menerima kehidupan dalam situasi penuh bahaya yang tidak semua orang bisa menjalaninya," sambung Atar.

Menurut keterangan Evan Atar Adahar, lebih dari 100 pekerja kemanusiaan di Sudan Selatan dibantai selama lima tahun terakhir. Selama bertugas, dia dan teman-temannya seringkali dihadapkan dengan situasi mencekam dan penuh tekanan. Namun, hal itu tak membuatnya menyerah begitu saja.

"Pernah beberapa kali kelompok bersenjata datang ke rumah sakit. Mereka hendak menghancurkan rumah sakit. Namun, saya bertanya kepada mereka siapa yang akan mengobati jika ada di antara mereka yang terluka. Dan akhirnya mereka melepaskan kami," tutup dia.

Penulis
Sumber
Okezone.com

Komentar

Loading...