Awas! Menjual dan Merokok di Lingkungan RS Meuraxa Bisa Dipidana

Awas! Menjual dan Merokok di Lingkungan RS Meuraxa Bisa Dipidana
Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa

BERITAKINI.CO | Setelah melakukan serangkaian sosialisasi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa, Banda Aceh kini telah menjalankan Qanun Kota Banda Aceh Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).  Aturan ini sekaligus mengatur sanksi bagi setiap pelanggarnya. 

Direktur Rumah Sakit dr. Fuziati Sp.Rad didampingi Kabag Humas RS Meuraxa Saifuddin A Malik, mengatakan, petugas RS Meuraxa akan menindak, baik itu pengunjung atau pendamping pasien, yang melanggar aturan.

"Jadi kepada bapak-bapak dan pendamping pasien sekalian, kami minta untuk tidak merokok di kawasan RS Meuraxa, baik di lorong-lorong, selter-selter, jalan utama RS Meuraxa, kantin, dan tempat lainnya di lingkungan RS Meuraxa," dr Fuziati Sp.Rad.

Bukan hanya larangan bagi perokok, RS Meuraxa juga melarang promosi dan jual beli rokok. Jika satuan petugas RS Meuraxa mendapatkan pengunjung sedang merokok, maka akan kena sanksi berupa kurungan penjara selama dua hari atau denda sebanyak Rp 200 ribu. Sementara sanksi untuk penjual yaitu tiga hari kurungan penjara atau denda Rp 300 ribu.

Satuan petugas RS Meuraxa saat menyidang terdakwa perokok di rumah sakit

 

"Karena itu kami ingatkan sekali lagi pada semua keluarga yang mendampingi pasien maupun pengunjung RS Meuraxa, untuk tidak merokok," tegasnya.

Fuziati mengatakan, pengendalian itu dilakukan untuk memastikan lingkungan rumah sakit tetap sehat. "Dampak yang ditimbulkan akibat rokok tidak hanya merugikan kesehatan perokok, tapi juga orang lain yang terpapar asap rokok," katanya.

Kabag Humas RS Meuraxa Saifuddin A Malik menambahkan, aturan tersebut juga mengatur sanksi bagi badan usaha yang mempromosikan dan mengiklankan rokok di KTR.

Kabag Humas RS Meuraxa Saifuddin A Malik menyosialisasikan aturan KTR menggunakan audio paging system di lingkungan rumah sakit

Jika ditemukan, maka bisa dikenakan pidana kurungan paling lama 14 hari atau denda paling banyak Rp 10 juta.

"Sedangkan badan usaha yang memperjual belikan rokok di KTR akan dipidana kurungan paling lama 10 hari atau denda paling banyak Rp 5 juta," kata Saifuddin.(*)

 

Komentar

Loading...