Merasa Dizalimi Disdik, Puluhan Guru Honor Mengadu ke DPRK Pidie

Merasa Dizalimi Disdik, Puluhan Guru Honor Mengadu ke DPRK Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Puluhan guru honorer mengadu ke DPRK Pidie, Kamis (3/8/2017). Mereka mengaku dizalimi Dinas Pendidikan Pidie dalam proses pelaksanaan tes guru kontrak di Muara Tiga.

Puluhan tenaga honorer yang didominasi perempuan tersebut mengaku, dinas pendidikan tak memberlakukan syarat dan ketentuan dalam proses perekrutan. Ini terlihat dari para peserta tes yang lolos adalah mereka yang mengabdi di bawah lima tahun.

“Padahal dalam ketentuan, yang dibolehkan mengikuti tes kontrak tersebut yaitu sudah guru honor yang sudah mengabdi 5 tahun, pendidikan minimal S1 dan harus tercatat sebagai warga Muara Tiga serta mengantongi NUPTK,” kata Nasruddin, koordinator guru tersebut.

Menurut Nasruddin, mereka telah mendatangi dinas pendidikan Pidie, namun tak mendapat jawaban yang memuaskan.

Mirisnya, lanjut Nasruddin, dinas pendidikan justru meloloskan tenaga kontrak yang merupakan kolega dari kepala sekolah yang tidak punya S1, NUPTK dan masa bakti kurang dari lima tahun.

"Masak yang lulus tidak menggunakan syarat yang ditentukan dari awal dan indeks nilai kelulusan juga tidak transparan," keluhnya.

Kepada Ketua Komisi E DPRK Pidie Khairil Syahrial, mereka meminta agar disdik melakukan tes ulang.

"Hanya yang memenuhi syarat yang boleh ikut," ujarnya.

Khairil berjanji akan menindaklanjuti aspirasi para guru tersebut. Dewan akan memanggil pihak dinas pendidikan untuk mengklarifikasi ihwal laporan para guru tersebut.(*)

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...