Serba Serbi Ramadan

Menjemput Rupiah di Bulan Penuh Berkah

Menjemput Rupiah di Bulan Penuh Berkah

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Bulan suci Ramadan menjadi bulan berkah dan selalu ditunggu-tunggu kedatangannya oleh para pelaku usaha takjil atau penganan buka puasa dadakan.

Pedagang takjil di bulan Ramadan bukan hanya mereka yang memang berbisnis kuliner sebelumnya, melainkan pedagang dadakan yang memanfaatkan momen puasa untuk berjualan penganan berbuka puasa.

Bahkan di area kampus, banyak pula mahasiswa yang berjualan takjil untuk mendapatkan rezeki tambahan.

Seperti terlihat di jalan Kopelma Darussalam, tempat dimana kampus terbesar dan tertua didirikan. Sebagian besar pedagang di sini merupakan mahasiswa yang menimba ilmu dan mencoba peruntungan di bulan Ramadan.

"Mampir bang, ada jambu dan minuman," sapa Abrisam Ahmad Adrianis, kepada pengguna jalan yang melintas, Senin (13/5/2019).

Abrisam adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Unsyiah. Bersama teman-temannya Ia sudah berjualan buah dan minuman sejak awal Ramadan.

"Ngisi waktu luang, sekalian nambah uang jajan," katanya.

Untuk buah jambu yang Ia jual, dipasok dari daerah kelahirannya Medan, Sumatera Utara. Buah-buahan itu dikirim oleh keluarganya.

Berselang tak berapa jauh dari lapak Abrisam, tampak seorang pemuda yang sibuk mengikis tebu. Terdengar suara mesin yang menjerit di sampingnya memeras tebu yang Ia bersihkan.

Namanya Rifki Alfani, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsyiah yang sudah menempuh pendidikan semester delapan di kampus FISIP itu. Ia pun bergabung dengan teman-temannya berjualan air tebu sejak awal Ramadan.

"Bantu-bantu beban keluarga di kampung, usaha sampingan ini sama teman-teman," kata mahasiswa asal Panton Labu, Aceh Utara tersebut.

Rifki dan temannya mengoperasikan mesin milik Tengku di tempat tinggalnya, di Pesantren Raudhatul Quran, Tungkop. Ia mengumpulkan uang secara patungan sebagai modal untuk membeli tebu yang didatangkan dari dataran tinggi Gayo, Mener Meriah.

"70 ribu untuk 25 batang, Alhamdulillah beberapa hari ini balik modal lah," ujarnya sembari membersihkan batang tebu di trotoar depan Gedung Gelanggang Mahasiswa Unsyiah.

Masih dari jurusan yang sama, Nurhalimah ikut berjualan di komplek Kopelma itu. Bedanya, ia menjual aneka gorengan.

"Sebelumnya memang sudah berjualan makanan tapi online, mumpung bulan Ramadan biasanya kan banyak yang nyari bukaan atau takjil, jadi termotivasi nambah uang jajan," kata mahasiswi asal Medan, Sumatera Utara itu.

Berbeda dengan Abrisam, Rifki dan Nurhalimah, di tempat terpisah sekelompok pemuda disibukan dengan membelah kelapa muda. Sebagian bertugas membungkus dan ada pula yang menawarkan kepada pengguna jalan yang melintas.

Sufrizal, mahasiswa UIN Ar-Raniry menggelar dagangan es kelapa muda dan takjil dengan meja dan kursi seadanya itu bersemangat menyapa calon pembeli.

"Kelapa kita beli dari orang, kalo takjil ini punya teman, nitip di sini," katanya didampingi temannya.

Sebagian besar pedagang di wilayah itu berlatar belakang mahasiswa. Ada yang berjualan secara mandiri, ada pula yang bekerja membantu dagangan warga lain di wilayah tersebut.

Bahkan, mahasiswa yang menjajakan takjil Ramadan di sini bukan hanya berasal dari dua kampus itu, Halimsyah mahasiswa Poltekkes Aceh, Lampeneurut juga ikut meramaikan.

"Kebetulan kawan dekat sini, ya sudah kita jualan es kelapa sama-sama," kata Halimsyah.

Pedagang di sini mulai menggelar dagangan sejak pukul 15.30 WIB sampai waktu berbuka tiba. Sebagian diantara pedagang berkemas dan meninggalkan lokasi sebelum berbuka. Sebagiannya berbuka langsung di lokasi dan berkemas untuk melaksanakan shalat maghrib. | RISKA IWANTONI

Rubrik

Komentar

Loading...