Pilkada 2018

Mendagri: Hargai Perbedaan Pilihan Politik

Oleh ,
Mendagri: Hargai Perbedaan Pilihan Politik

BERITAKINI.CO, Jakarta | Sebanyak 171 daerah bakal melaksanakan Pilkada serentak pada 27 Juni 2018 mendatang.

Tingkat partisipasi pemilih menjadi salah satu kunci kesuksesan Pilkada.

Untuk itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan warga yang telah memiliki hak pilih, agar menggunakan hak pilihnya.

"Saya berharap dan juga mengingatkan pemilih yang ada di luar daerah pemilihannya, dapat kembali ke daerah asal untuk menunaikan hak pilihnya di Pilkada yang akan berlangsung tanggal 27 Juni ini," kata Tjahjo seperti dilansir kemendagri.go.id di Jakarta, Sabtu (16/6/2018).

Dia juga mengingatkan para pemilih yang sudah merekam, tapi belum mengantongi KTP el agar meminta surat keterangan ke Dinas Kependudukan setempat.

Begitu juga dengan para pemilih pemula yang nanti pada 27 Juni telah berusia 17 tahun, agar bisa merekam datanya, dan meminta surat keterangan.

Tjahjo mengatakan pemerintah akan berupaya keras menjamin hak pilih warga.

Sebagai Mendagri, dia juga telah mengintruksikan jajaran Ditjen Dukcapil dan juga Dinas Dukcapil di daerah tetap membuka layanan di hari libur. 

"Partisipasi pemilih menjadi salah satu kunci kesuksesan Pilkada, saya berharap masyarakat pro aktif," katanya. 

Tjahjo juga yakin, KPU dan jajarannya telah bekerja keras mensosialisasikan Pilkada. Pun Badan Pengawas Pemilu (Pemilu) beserta jajarannya di daerah. Ia juga optimistis, meski Pilkada kali ini aromanya sudah berbau pemilihan presiden, tapi dalam pelaksanaan bisa berlangsung aman dan damai. Aparat keamanan khususnya Polri dan TNI akan menjamin situasi keamanan di daerah yang menggelar Pilkada. 

"Mari kita ciptakan Pilkada yang damai dan bermartabat. Pilkada yang bebas dari praktek politik uang, karena itu adalah racun demokrasi. Pilkada yang benar - benar melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah, yang mampu menggerakkan dan memajukan daerahnya," kata Tjahjo. 

Serta yang tak kalah penting hindari politik ujaran kebencian. Kampanye hitam dan fitnah. Jadikan Pilkada kali ini sebagai momentum menguatkan konsolidasi demokrasi. Sehingga kontestasi yang berlangsung benar-benar bermartabat. 

"Hargai perbedaan pilihan politik. Jangan ada intimidasi. Tunaikan hak pilih berdasarkan hati nurani. Pilkada harus menghadirkan suasana yang riang gembira. Bukan kemudian malah kontestasi yang menakutkan," kata Tjahjo. 

Sumber
KEMENDAGRI.GO.ID

Komentar

Loading...