MaTA Temukan Banyak Pasien BPJS di Rumah Sakit Meuraxa Beli Obat Sendiri

MaTA Temukan Banyak Pasien BPJS di Rumah Sakit Meuraxa Beli Obat Sendiri
Koordinator Bidang Anti Korupsi dan Monitoring Peradilan MaTA, Baihaq

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendapati pasien peserta BPJS Kesehatan di beberapa rumah sakit Kota Banda Aceh membeli obat sendiri.

Hal itu terungkap saat MaTA melakukan investigasi bulan Agustus 2018 di rumah sakit RSUD Zainal Abidin dan RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh.

Investigasi ini berkaitan dengan banyaknya keluhan masyarakat terhadap kekosongan obat di rumah sakit bagi pasien BPJS.

“Di Aceh masih tinggi pasien BPJS harus membeli obat di luar karena apotek di rumah sakit sering kosong obat. Dan BPJS terkesan diam,” kata Koordinator Bidang Anti Korupsi dan Monitoring Peradilan MaTA, Baihaqi, Selasa (25/9/2018).

Jika mengacu pada Permenkes No. 28 tahun 2014, kata dia, pelayanan obat bagi peserta JKN-KIS pada faskes mengacu pada obat yang tercantum dalam formularium nasional (Fornas).

Daftar obat di Fornas sendiri terdapat obat generik dan obat paten. Sehingga pada saat pelayanan, peserta mendapatkan obat sesuai resep dokter.

“Nyatanya banyak pasien harus membeli obat dengan uang pribadi. Temuan kita dominannya terjadi di RS Meuraxa,” kata Baihaqi.

Apapun alasanya, sambung dia, pasien BPJS tidak boleh lagi mengeluarkan biaya di rumah sakit.

“Jika pun pihak rumah sakit beralasan obat kosong, maka harus mengusahakannya, karena obat sudah tergabung dalam paket pembayaran yang ditanggung oleh BPJS,” terangnya.

Baihaqi berharap, BPJS Kesehatan memberikan tindakan tegas terhadap oknum dokter dan fasilitas kesehatan yang abai terhadap pelayanan rumah sakit khususnya untuk pemenuhan obat bagi pasien BPJS.

“Kita juga berharap kepada Ombudsman untuk ikut ambil bagian dan memantau ketersediaan obat di rumah sakit. Sehingga masyarakat tidak ikut dirugikan akibat kekosongan obat itu,” tutup Baihaqi. | 002

Penulis
Editor
Rubrik

Komentar

Loading...