MaTA: Dua Orang yang Kena OTT Kemungkinan Hanya Perantara

MaTA: Dua Orang yang Kena OTT Kemungkinan Hanya Perantara
Iklan BPKS

BERITAKINI.CO | Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian menduga, dua orang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Satgas Saber Pungli Aceh pada Rabu (28/12/2016) hanyalah perantara.

Besar kemungkinan, kata Alfian, duit yang diterima berpotensi mengalir ke oknum lain di atasnya. “Kita tau, pengelolaan dana pembangunan rumah ibadah dan MCK tidaklah sedikit," kata Alfian pada BERITAKINI.CO, Kamis (29/12/2016).

Ini artinya ada begitu banyak paket proyek rumah ibadah dan MCK di Cipta Karya yang juga dikerjakan oleh banyak rekanan. Nah, jika fee dari rekanan tersebut diakumulasikan , duga Alfian, maka akan menghasilkan uang suap yang tak sedikit.

“Itulah sebabnya, ini berpotensi melibatkan oknum lain,” kata Alfian.

Menurut Alfian, Tim Saber Pungli Aceh harus menggunakan momentum ini untuk membuka tabir dari dugaan rasuah itu dan sampaikan secara terang benderang pada publik.

Sebab, katanya, selama ini publik di Aceh sudah sering mendengar bahwa rekanan harus menyetorkan fee dari setiap proyek yang dikerjakannya. Persentasenya antara 2,5 hingga 10 persen dan ini sudah menjadi rahasia umum.

MaTA, kata Alfian, akan terus mengawal kasus ini agar tak ada yang ditutup-tutupi. “Jika kami melihat ada kejanggalan, maka akan kami laporkan ke Kantor Staf Presiden,” katanya.

Menurut Alfian, pengembangan dan pengungkapan kasus ini juga berkaitan dengan kewibawaan Tim Saber Pungli Aceh. Ini soal public trust pada tim yang baru dibentuk tersebut.

“Satu hal lainnya, ini juga pintu masuk untuk mengungkap kasus suap yang lebih besar lagi, tak hanya di Cipta Karya, tapi di puluhan SKPA lainnya,” kata Alfian.(*)

Rubrik

Komentar

Loading...