Masa Kerja Delapan Bulan Lagi, Partai Aceh PAW Anggota DPRK Pidie

Masa Kerja Delapan Bulan Lagi, Partai Aceh PAW Anggota DPRK Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Partai Aceh (PA) kembali melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap seorang anggotanya di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie.

Syahrul Usman dilantik menggantikan Abdullah di DPRK Pidie untuk sisa masa jabatan 2014-2019, atau kurang dari delapan bulan lagi.

Proses PAW dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 171.3/1423/2018 yang memutuskan memberhentikan Abdullah dari Partai Aceh sebagai anggota DPRK Pidie. Keputusan itu diambil berdasarkan usulan Pimpinan Wilayah Partai Aceh Kabupaten Pidie, kemudian surat dari Ketua DPRK Pidie serta surat dari Bupati Pidie.

Dalam keputusan yang lain, Gubernur Aceh mengangkat Syahrul Usman sebagai pengganti.

Proses pengambilan sumpah dilakukan oleh Ketua DPRK Pidie, Muhammad AR, dan disaksikan sejumlah anggota DPRK setempat. Hadir Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud serta jajaran pejabat Sekdakap Pidie.

Ketua DPRK Pidie, Muhammad AR mengatakan, PAW merupakan hal yang biasa dalam setiap organisasi baik di pemerintah, partai politik, maupun organisasi kemasyarakatan.

Untuk PAW anggota dewan, sambung Muhammad memang diatur dalam Undang-undang nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, begitu juga dalama undang-undang tentang Pemerintahan Aceh.

“Saudara baru saja dilatik menjadi anggota DPR Kabupaten Pidie, maka anda harus peka dalam mengakomodir berbagai permasalahan yang timbul dalam masyarakat untuk disalurkan sesuai dengan mekanisme yang ada,” kata Muhammad AR.

Sebelumnya, Abdullah bersama tiga anggota dewan lain yakni Rosmini, Munaharsyah dan Iskandar dari PA sudah diajukan PAW pada 2017 silam. Namun usulan tidak bisa diproses karena keempat anggota DPR tersebut melakukan perlawanan dengan menggugat ke Pangandilan Negeri (PN) Sigli.

Dalam perjalannya, PN Sigli mengabulkan gugatan keempat anggota DPRK Pidie tersebut dan majelis hakim PN Sigli memerintahkan kepada tergugat agar mencabut usulan pengajuan PAW terhadap keempat anggota dewan tersebut.

Belakangan, Abdullah mendaftarkan kembali menjadi perserta Pemilu 2019 dan maju dari partai lain dan sudah mengajukan pengunduran diri dari keanggotaan Partai Aceh yang mengusunya pada Pemilihan Legislatig (Pileg) 2014 silam.

“Proses PAW ini dilakukan karena saya sudah mengundurkan diri dari Partai Aceh dan karena sudah mendaftar dari partai lain untuk calon legislatif pada Pemilu 2019 mendatang,” ujar Abdullah yang ditemui BERITAKINI.CO.

Rubrik

Komentar

Loading...