Mantan Kabid BPBD Pidie Jaya dan Jaksa Sama-sama Ajukan Banding

Oleh ,
Mantan Kabid BPBD Pidie Jaya dan Jaksa Sama-sama Ajukan Banding

BERITAKINI.CO, Meureudu | Kuasa hukum mantan Kabid Logistik BPBD Pidie Jaya dan jaksa di Kejari Pidie Jaya, telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh, atas vonis terhadap terdakwa Mansur Ibrahim.

Memori banding mantan Kabid BPBD Pijay telah diserahkan oleh kuasa hukumnya Muharramsyah, Senin kemarin (5/11/2018). Sementara memori banding jaksa didaftarkan pada Selasa (6/11/2018).

Baca: Kasus Penggelapan Beras, Mantan Kabid BPBD Pidie Jaya Divonis 5,6 Tahun Penjara

Kuasa hukum Mansur Ibrahim, Muharramsyah kepada BERITAKINI.CO, Rabu (11/11/2018), mengatakan, upaya banding dilakukan sebagai bentuk penolakan atas putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Pidie.

Putusan pengadilan, Mansur Ibrahim dijatuhi hukuman 5,6 tahun penjara dan denda Rp 6 miliar, karena terbukti secara dah meyakinkan bersalah dalam kasus penggelapan beras bantuan bencana alam di BPBD Pidie Jaya.

Muharram menilai, putusan majelis hakim yang menjatuhkan vonis pidana penjara sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kliennya sangat tidak adil serta jauh dari dasar keadilan.

“Putusan yang dibacakan oleh ketua mejelis hakim sangat tidak adil, karena fakta-fakta di lapangan jauh dari apa yang dibacakan dalam putusan majelis hakim tadi," ujarnya.

Terpisah, Kasi Pidum Kejari Pidie Jaya, Aulia, kepada BERITAKINI.CO, membenarkan pihaknya mengajukan upaya hakum banding atas vonis tersebut.

“Karena terdakwa mengajukan banding, kita juga telah mengajukannya sehari setelah mereka daftar. Ini untuk mempertahankan vonis hakim yang sesuai dengan tuntutan jaksa,” kata Aulia.

Sementara dua terdakwa lainnya Habban, tenaga honorer di BPBD Pidie Jaya; dan Fadlun sebagai pemilik kilang padi, kata Aulia, menerima putusan hakim.

Baca: Ikut Terlibat, Tenaga Honorer dan Pembeli Beras Bantuan Divonis Lebih Rendah

Keduanya divonis 4 tahun penjara dan didenda Rp 6 miliar, subsider dua bulan kurungan penjara.

"Fadlon langsung terima di pengadilan, sedangkan Habban belakangan menerima dan tidak mengajukan banding hingga batas waktu yang telah ditentukan oleh pengadilan,” kata Aulia. | NURZAHRI

Rubrik

Komentar

Loading...