Malaysia Berencana Legalkan Ganja untuk Kepentingan Medis

Malaysia Berencana Legalkan Ganja untuk Kepentingan Medis
Ilustrasi ganja (reuters)

BERITAKINI.CO - Hukuman mati kepada salah seorang warganya menimbulkan kemarahan masyarakat dan kembali membawa isu legalisasi ganja ke permukaan. Muhammad Lukman Mohamad (29) divonis hukuman gantung akibat menjual minyak ganja (cannabis oil) sebagai obat-obatan. Seperti yang diketahui, minyak ganja memiliki banyak manfaat medis mulai dari obat kejang, penghilang rasa sakit, hingga mengobati kanker.

Hingga kini kabinet Malaysia tampak 'belum tertarik' untuk membahas hal tersebut. Dalam rapat kabinet yang digelar pekan lalu, pembahasan mengenai ganja untuk kepentingan medis hanya dilakukan secara singkat. Hal itu karena fokus pemerintah saat ini adalah untuk membatalkan vonis yang telah dijatuhkan kepada Lukman.

Kabinet Malaysia sejatinya setuju untuk membebaskan Lukman, namun untuk melegalkan ganja demi kepentingan medis adalah hal lain. Pelaksanaannya membutuhkan dukungan kuat dari masyarakat.
 

Baca juga : Masuk Daerah Rawan, KPU Jamin Pemilu Di Aceh Berlangsung Aman

"Akan butuh keberanian dan dorongan dari masyarakat untuk melakukan hal itu (legalisasi ganja). Menurut saya, ganja memiliki manfaat medis, yang harus dilakukan adalah mengontrol penggunaannya," ujar Dr. Xavier Rajakumar selaku Menteri Sumber Daya Alam Malaysia, dilansir dari laman Strait Times, Kamis (27/9).

Dalam hal legalisasi ganja medis, Kanada adalah negara pertama dalam mengembangkan sektor ganja medis. Legalisasi tersebut menciptakan industri senilai lebih dari 60 miliar dolar AS (Rp 894 triliun). Jerman dan Amerika Serikat mulai mengekor Kanada dalam hal ini.

Sementara di Asia Tenggara ganja masih dianggap sebagai obat-obatan terlarang dan banyak negara menerapkan hukuman mati bagi para pengedar narkoba. Salah satunya Indonesia dan Filipina yang hingga kini mendapat kecaman internasional akibat kebijakan tersebut.

Baca juga : Bupati Irfan Ancam Copot SKPD Malas

Namun, Malaysia tidak sendirian dalam melihat 'masa depan ganja'. Pemerintah Thailand juga dikabarkan memiliki rencana yang sama dengan Malaysia untuk melegalisasi ganja. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana negara merancang undang-undang yang cukup spesifik untuk mengatur penggunaan ganja secara medis, rekreasi, atau kepentingan lainnya. Selain itu, negara juga perlu meyakinkan masyarakat bahwa ganja memiliki nilai medis yang membuatnya dapat dijadikan obat-obatan.

Penulis
Sumber
Akurat.co

Komentar

Loading...