Mahasiswa UGL Bermalam di Gedung DPRK Aceh Tenggara

Mahasiswa UGL Bermalam di Gedung DPRK Aceh Tenggara

BERITAKINI.CO, Kutacane | Puluhan mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL) memutuskan untuk bermalam di Gedung DPRK Aceh Tenggara, Kamis (10/1/2019).

Aksi ini mereka lakukan karena belum mendapat kejelasan kapan akan dilakukan pembayaran gaji dosen di universitas tersebut.

Sebelumnya, seratusan mahasiswa melakukan aksi di kantor Bupati Aceh Tenggara dan gedung DPRK pada Kamis siang.

Baca: Gaji Dosen Tak Dibayar, Ratusan Mahasiswa UGL Demo di Kantor Bupati

Mereka minta bupati, wakil bupati, sekda, serta ketua DPRK sebagai pembina UGL untuk memikirkan nasib dan masa depan mahasiswa UGL.

Pasalnya, akibat menunggak pembayaran gaji dosen dan para pegawai/fungsionaris UGL, mengganggu aktivitas belajar di kampus tersebut. Bahkan, banyak dosen mengundurkan diri karena gaji mereka selama 14 bulan tidak dibayar.

“Kami malam ini tidur di gedung wakil rakyat, sebab tuntutan kami tak direspon cepat oleh para anggota dewan," kata koordinator aksi Reza Eka Patra kepada BERITAKINI.CO, Kamis malam (10/1/2019).

"Kami tidak butuh omong kosong wakil rakyat, sebab masalah tunggakan gaji dosen di UGL sudah berapa kali dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung dewan, tetapi komitmen itu tak ada dilaksanakan juga secara menyeluruh."

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Wakil Ketua DPRK Agara Jamuddin dan sejumlah anggota dewan siang tadi, mahasiswa sempat terlibat adu mulut.

Hal ini lantaran pihak dewan mengaku belum dapat memberi keputusan dan solusi atas polemik vakumnya aktivitas kampus karena gaji dosen tak dibayarkan hingga 14 bulan.

“Kita tetap meminta anggota dewan menghadirkan bupati selaku ketua pembina yayasan, pengurus yayasan dan rektor UGL di gedung DPRK untuk membahas polemik yang terjadi. Namun sampai sore tadi para pengurus yayasan tak juga dihadirkan,” kata Reza.

Rubrik

Komentar

Loading...