Mahasiswa di Lhokseumawe Tuntut Bulan Bintang Dikibarkan dan HUT MoU Dijadikan Hari Libur Nasional

Mahasiswa di Lhokseumawe Tuntut Bulan Bintang Dikibarkan dan HUT MoU Dijadikan Hari Libur Nasional

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRK Lhokseumawe, Kamis (8/8/2019).

Para mahasiswa tersebut menuntut pemerintah, Pemerintah Aceh dan DPRA untuk merealisasikan butir-butir dari perjanjian damai atau Mou Helsinki.

Mereka menilai, meski telah berusia 14 tahun, namun masih banyak hal yang terkandung dalam MoU tersebut belum terealisasi.

Mereka pun mempertanyakan janji-janji para pimpinan GAM yang saat ini telah banyak menduduki jabatan-jabatan resmi publik.

"Sudah 14 tahun kita damai, di mana pemimpin, di mana GAM, yang sudah kami pilih selama ini," kata Koordinasi Aksi Zubaili MA dalam orasinya.

Sementara setiap kampanye, katanya, para elit GAM tersebut selalu mengusung isu bendera Aceh Bulan Bintang.

“Selalu memberi harapan palsu kepada bangsa Aceh dengan bermodalkan dengan kata-kata 'kita akan hidup tentram jika pilih partai PA', mana janjinya," ujarnya.

“Faktanya, kenapa Aceh belum tentram, terbukti di lapangan perekonomian bangsa Aceh semakin lemah, semakin menjerit.”

Mahasiswa pun mendesak Pemerintah Pusat untuk mengeluarkan keputusan melaksanakan Milad MoU Helsinky setiap tahun dan dimasukan ke dalam hari libur nasional.

“Kami mendesak Pemerintah Aceh untuk mengeluarkan keputusan instruksi pengibaran bendera Aceh di lingkungan Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh berdasarkan Qanun Nomor 3 Tahun 2013. Meminta DPRA mendesak DPR RI untuk merevisi UUPA.Mendesak Pemerintah Pusat serius dalam merealisasikan semua butir-butir MoU.”

Rubrik

Komentar

Loading...